Australia Jadi Negara Selanjutnya yang Blokir TikTok untuk Alasan Keamanan

Australia Jadi Negara Selanjutnya yang Blokir TikTok untuk Alasan Keamanan

4 April 2023 lalu, Australia memutuskan untuk melarang TikTok dari semua perangkat milik pemerintah federal karena masalah keamanan. Keputusan ini sekaligus menandakan jika Australia menjadi negara sekutu AS terbaru yang mengambil tindakan terhadap aplikasi video milik China.

Larangan tersebut menggarisbawahi kekhawatiran yang berkembang bahwa China dapat menggunakan perusahaan yang berbasis di Beijing, yang dimiliki oleh ByteDance Ltd, untuk mengambil data pengguna guna memajukan agenda politiknya, merusak kepentingan keamanan Barat.

Ini juga berisiko memperbaharui ketegangan diplomatik antara Australia dan mitra dagang terbesarnya setelah keadaan agak mereda sejak Perdana Menteri Anthony Albanese menjabat pada bulan Mei sebagai kepala pemerintahan Partai Buruh.

Aplikasi video TikTok (bangka.sonora.id)

# TikTok Kecewa dengan Australia

TikTok mengatakan sangat kecewa dengan keputusan Australia, menyebutnya "didorong oleh politik, bukan fakta".

Larangan itu akan mulai berlaku "secepat mungkin", kata Jaksa Agung Mark Dreyfus dalam sebuah pernyataan. Ia juga mengatakan jika pengecualian hanya akan diberikan berdasarkan kasus per kasus dan dengan langkah-langkah keamanan yang sesuai.

Dengan larangan Australia, semua anggota jaringan berbagi intelijen Five Eyes - yang terdiri dari Australia, Kanada, Amerika Serikat, Inggris, dan Selandia Baru - telah melarang aplikasi tersebut dari perangkat pemerintah. Tak hanya negara-negara yang disebutkan tadi, Prancis, Belgia, dan Komisi Eropa pun telah mengumumkan larangan serupa.

Yordania blokir aplikasi TikTok (infografis.sindonews.com)

# TikTok Bantah Bagikan Data Pengguna

CEO TikTok Shou Zi Chew, dalam kesaksiannya di hadapan Kongres AS bulan lalu, berulang kali membantah bahwa aplikasi tersebut membagikan data atau memiliki hubungan dengan Partai Komunis China.

Manajer Umum TikTok Australia dan Selandia Baru Lee Hunter mengatakan TikTok tidak boleh dipilih.

"Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa TikTok merupakan risiko keamanan bagi warga Australia dan tidak boleh diperlakukan berbeda dengan platform media sosial lainnya," kata Hunter dalam sebuah pernyataan.

Surat kabar Australia pada Senin malam melaporkan warga Albania telah menyetujui larangan tersebut setelah ditinjau oleh Departemen Dalam Negeri.

 

Wow, makin banyak nih negara yang blokir TikTok. Kira-kira Indonesia bakal melakukan hal yang sama gak ya?

CEO TikTok Shou Zi Chew (augustman.com)