5 Mitos Populer tentang Cacar Air, Benarkah Hanya Sekali Seumur Hidup? Cek Faktanya Yuk!

5 Mitos Populer tentang Cacar Air, Benarkah Hanya Sekali Seumur Hidup? Cek Faktanya Yuk!

Varicella atau yang lebih dikenal dengan cacar air merupakan suatu kondisi dimana timbulnya bintik-bintik di kulit yang berisi cairan dan terasa sangat gatal. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster ini dapat menyerang semua kalangan usia, khususnya anak-anak. Meskipun umum terjadi, namun masih banyak desas-desus seputar cacar air. 

Padahal, mitos-mitos yang telah beredar luas ini akan merugikan penderitanya, lho. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mengetahui fakta-faktanya. Biar nggak salah kaprah, yuk, kita bongkar kebenarannya. Apa aja ya? Check this out!

 

1. Penderita cacar air tidak boleh mandi

Masih banyak orang yang berpikir jika mandi saat terkena cacar air akan memperburuk kondisinya. Nyatanya, ini hanyalah sekadar mitos belaka. Dilansir dari American Academy of Dermatology Association (AAD), mandi justru bermanfaat karena dapat mengurangi rasa gatal dan risiko infeksi pada penderitanya. 

Namun, gunakanlah air hangat untuk mandi saat terkena cacar air, ya.  Selain itu, gosok tubuh secara perlahan dan keringkan menggunakan handuk dengan cara ditepuk-tepuk. Terakhir, oleskan petroleum jelly ke area yang sakit. 

2. Saat sakit cacar tak boleh kena angin atau keluar rumah

Ada satu pemahaman yang beredar luas bahwa jika seseorang sedang sakit cacar air, maka ia tidak boleh keluar rumah atau terkena angin. Lantas benarkah demikian? Faktanya, mitos ini ternyata ada benarnya, lho.

Menurut keterangan dari Mayo Clinic, jika penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster ini memang sangat mudah menular. Infeksi virus tersebut dapat menyebar melalui udara, saat penderitanya batuk atau bersin. Lalu, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akan rentan tertular. 

Selain melalui udara, kontak fisik dengan orang yang sakit cacar air juga dapat berisiko tertular penyakit. So, inilah alasannya mengapa orang yang sakit harus isolasi mandiri di rumah. Demi mencegah penularan penyakit terhadap orang lain.

 

3. Cacar air sama sekali tidak berbahaya

Mitos yang satu ini tak kalah populer di kalangan masyarakat. Banyak orang yang percaya jika cacar air tidak berbahaya karena dapat sembuh sendiri. Padahal, kompilasi cacar air lebih rentan dialami oleh bayi baru lahir, lansia, ibu hamil, dan seseorang dengan sistem imun yang lemah.

Oleh sebab itu, orang yang terkena cacar air memerlukan perawatan yang tepat. Mengutip Everyday Health, beberapa komplikasi yang bisa ditimbulkan oleh cacar air, yaitu:

- Infeksi bakteri yang dapat menyerang kulit dan jaringan lunak

- Dehidrasi

- Pneumonia, khususnya bagi perokok aktif

- Ensefalitis atau radang otak yang disebabkan infeksi bakteri atau virus

- Sepsis, suatu komplikasi yang berbahaya akibat terjadinya infeksi

Ilustrasi Cacar Air (Orami)

4. Cacar hanya dialami sekali seumur hidup

Normalnya, ketika seseorang pernah terkena cacar air maka sistem kekebalan tubuhnya sudah memiliki proteksi terhadap penyakit itu. Namun, ternyata meski sudah sembuh, virus varicella-zoster tetap ada di dalam tubuh. Akan tetapi, virus ini dalam keadaan "tertidur" atau tidak aktif. 

Nah, inilah yang tak menutup kemungkinan bahwa seseorang dapat kembali terinfeksi oleh virus tersebut. Dilansir Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), virus varicella-zoster ini dapat kembali aktif dan menyebabkan penyakit herpes zoster atau cacar api.

Sayangnya, sampai saat ini belum dapat diketahui secara pasti kenapa virus varicella-zoster mampu hidup kembali. Akan tetapi, para peneliti menduga jika seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah akan lebih rentan. 

5. Setiap orang harus terkena cacar air

Selain dipercaya sebagai penyakit sekali seumur hidup, banyak sekali yang menyakini bahwa setiap orang harus terkena cacar air. Nyatanya, pemahaman ini sebenarnya kurang tepat. Pasalnya, jika semua itu tergantung dari sistem kekebalan tubuh masing-masing. 

Dilansir dari Healthline, penyakit cacar air dapat dicegah melalui vaksinasi. Pemberian vaksin cacar air atau vaksin varicella memang dapat diberikan baik pada anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Akan tetapi, pemberian imunisasi varicella pada anak di atas 12 tahun mendapatkan dosis vaksin dua kali dengan jarak 4-8 minggu.

Gamana, Gengs? Kamu sekarang sudah mengetahui fakta-fakta di balik beberapa mitos yang beredar luas tentang cacar air, kan? Mulai dari sekarang, ada baiknya untuk selalu memastikan kebenaran dari informasi yang didapatkan, ya.

Ilustrasi Cacar Air (Orami)

Ilustrasi Cacar Air (KlikDokter)