Indonesia kembali meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020 dalam cabang olahraga angkat besi. Sebelumnya, atlet muda Windy Cantika berhasil meraih medali perunggu, kini giliran Eko Yuli Irawan yang berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali perak di cabang olahraga angkat besi.
Eko Yuli Irawan turun di nomor angkat besi 61 kg putra dan berhasil mengumpulkan total angkatan 302 kg. Hasil tersebut membawa Eko berada di posisi kedua di bawah peraih medali emas asal Tiongkok, Li Fabin.
Catatan tersebut mengantarkannya menjadi atlet Indonesia pertama yang mampu meraih medali dalam ajang olahraga internasional. Dengan sederet raihan prestasi membanggakan, siapa yang menyangka jika Eko Yuli Irawan dulunya adalah seorang gembala kambing?
Lahir dan besar di Lampung, Eko berasal dari keluarga kurang mampu. Ayahnya, Saman, adalah seorang pengayuh becak, sedangkan ibunya, Wastiah, bekerja sebagai penjual sayur.
Untuk menambah pemasukan keluarganya, laki-laki yang lahir pada 24 Juli 1989 ini bekerja sebagai pengembala kambing. Sebuah pekerjaan yang membuat sosok Eko menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Eko Yuli Irawan (via Kompas)
"Jika saya kehilangan seekor kambing, saya harus membayarnya. Kami miskin. Kami miskin. Kami harus berhati-hati dalam melakukan pekerjaan kami," ungkap Eko Yuli Irawan, dikutip dari situs resmi Olimpiade.
Ia sendiri mulai tertarik dengan angkat besi sekitar tujuh tahun silam. Bermula dari hanya melihat orang berlatih di sebuah klub, akhirnya Eko diajak oleh salah satu pelatih untuk ikut serta dalam latihan.
Eko Yuli Irawan (via Tempo)
Perjuangan Eko untuk menjadi atlet sempat terhambat karena dilarang oleh ibunya. Alasannya cukup mendasar, Eko sebagai laki-laki diwajibkan untuk membantu menambah penghasilan keluarnganya.
Namun berkat kemauan keras serta kegigihannya, kini Eko meraih hasil yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Tidak hanya keluarganya, Indonesia patut bangga memiliki atlet angkat besi seperti Eko Yuli Irawan.
Eko Yuli Irawan (via JPNN)