Cerita Misteri Alas Roban

Kali inia da kisah misteri di Alas Roban, kek apa kengeriannya? Skuy kita kepoin....

Kali ini ada sebuah cerita yang menyeramkan dari "Alas Roba" gengs, cerita horor ini berasal dari akun Twitter @wahyuariyantn_, kek apa keseraman ceritanya? Kuy kita kepoin.

Lataran cerita dari Wahyu,

Dan jalanan alas Roban masih melewati bukit dan jalannya berkelak-kelok curam. yang sekarang dikenal dgn jalan Alas Roban lama

"Doa dulu gus" ucap Rifkan

Masing-masing dari kami berdoa dalam hati.

Jalanan sore ini terlihat padat tapi padatnya wajar tidak sepadat jalanan seperti sekarang.

Singkat cerita kami berdua tiba di Brebes hampir jam 11 malam karena kami berhenti sholat dan makan sebentar saat sampai di Indramayu.

Brebes, tegal, pemalang sudah kami lewati dan akhirnya kami tiba di Pekalongan sesaat sebelum sampai di Alas Roban.

Kala itu tidak ada sama sekali pikiranku memikirkan hal yang aneh-aneh, karena sudah beberapa kali aku pulang menuju Semarang dan bertemu malam hari.

Jalanan sudah sepi saat kami sampai di area Alas Roban.

Ditandai dengan jalanan yang makin lama makin gelap karena minumnya penerangan dan kanan kiri jalan yang banyak ditumbuhi pohon-pohon besar.

Sesekali aku menemui bus-bus antar provinsi yang memang melintas saat malam hari.

"Brakkkk, braaaakkkk" tiba-tiba terdengar 2x ada sesuatu yang jatuh di atas mobil.

"Apa itu gus" tanya Rifkan

aku yang mendengar langsung menepi dan melihat atas mobil.

Dengan keadaan mobil yang masih menyala, aku dan Rifkan melihat bagian atas mobil.

"Tidak ada apa-apa rif" ucapku, tapi saat aku perhatikan lagi ada bekas lecet sedikit di atas mobil.

"Cari lagi rif di sekitaran mobil kalau ada apa-apa" imbuhku kepada Rifkan

Cukup lama kami mencari dan memperhatikan, tapi kami tidak menemukan apa-apa.

"Masuk mobil lagi rif, kita jalan lagi aja" ajakku

Belum lama jalan tepat setelah tanjakan tiba-tiba aku dikagetkan lagi dengan suara benturan didepan mobil seperi habis menabrak sesuatu.

"Kamu didalem aja aku yang turun" ucap Rifkan

Tak lama Rifkan masuk "Ban depanmu kempes gus" imbuh Rifkan

"Waduh, mana jam jam setengah 2 gini mana ada tambal ban, aku ngga ada ban serep juga" ucapku

Aku dan Rifkan keluar dari mobil melihat keadaan. Jalanan benar-benar sepi dan gelap, dengan pepohonan tinggi di kanan kiri jalan. Tidak nampak ada kendaraan lewat saat itu

Aku dan Rifkan jalan kaki pelan-pelan ke arah depan, dari kejauhan nampak cahaya remang-remang di kiri jalan.

"Itu apa Rif ? kayanya tambal ban, coba kita kesana" ajaku

Kami berjalan dulu kesana memastikan, setelah dekat dan memastikan memang benar itu tambal ban. 

Aku langsung kembali ke mobil dan membawanya ke dekat tambal ban disana.

"'Mana rif orangnya ?" tanyaku

"Gak tau, dari tadi aku panggil-panggil gak ada sautan" jawab Rifkan

Lama tak menemui jawaba kami memutuskan menunggu di depan tambal ban tsb.

"Enten nopo mas? (ada apa mas?)" tanya seorang laki-laki tua yang tiba-tiba datang

"Astagfirullah" Rifkan kaget dgn yang kedatangan laki-laki tsb yang tiba-tiba.

"Niki pak ban e kula bocor, ajeng nambal saget? (ini pak ban saya bocor, hendak nambal ban disini apakah bisa?)" tanyaku....

Ilustrasi (Wikipedia.com)

"Ohh saget, Monggo pinarak mriki mas (Oh bisa, silahkan duduk disini mas)" imbuh lelaki tua tersebut.

Kami berdua tidak menaruh curiga sejauh ini, hingga akhirnya aku mencium bau menyan di sekitar tempat tambal ban ini.

"Kamu mencium bau nya ngga?" tanyaku ke Rifkan

"Iya gus" jawab rifkan dengan mulai memperhatikan setiap sudut tempat tambal ban ini.

Dalam hati aku ingin lekas pergi darisni, tapi apa boleh buat mobilku belum selesai ditambal

Dari kejauhan di seberang jalan Agus melihat wda warung yang masih buka.

"Ke warung sana aja gus nunggu sambil ngopi disana" ajak rifkan

Aku hanya mengiyakan dan kami berdua berjalan ke arah warung disana.

Sesampainya disana nampak segerombolan anak kecil main di samping warung tsb. 

"Kok ada anak-anak main jam segini ?" tanyaku dalam hati. Pikirku juga pasti rifkan juga melihat keadaan ini

Tanpa memikirkannya begitu lama aku dan Rifkan masuk ke dalam warung.

Nampak wanita yang belum begitu tua mengenakan daster berdiri tersenyum melihat kedatangan kami berdua.

"Tumbas nopo mas ?" tanya ibu-ibu penjual warung tsb

"Kopi panas kaleh bu (kopi panas 2 bu)" jawabku

Tak lama kopi datang, aku dan Rifkan ngobrol mencairkan suasana.

"Rif ngerasa ada yang aneh gak? kok ada ya anak-anak main jam segini" tanyaku ke rifkan

"Anak-anak dimana ?" tanya rifkan

"lhah itu di samping warung, ini suaranya kedengaran juga kok. Masak kamu gak tau?" ucapku

Tanpa menjawab, Rifkan yang mendengarku langsung keluar melihat samping warung.

"Mana ? gak ada apa-apa jangan nakut-nakuti gus" imbuh rifkan

Situasi mulai tegang, ibu-ibu penjual warung tiba-tiba hilang entah kemana. Aku dan rifkan memutuskan untuk bergegas kembali ke mobil.

"Buk, sampun ( bu, sudah)" ucapku memanggil ibu penjual warung

"Buk......."

Berkali-kali aku memanggil tapi tidak ada jawaban.

"Buk sampun......" gantian Rifkan yang ngomong

Tapi masih saja tanpa ada jawaban.

Sekali lagi aku memanggil "buk....."

Bukannya jawaban dari ibu penjual warung tsb yang kami dapat, kami malah dibuat kaget dgn suara yang kami dengar

"Hi hi hi hi......." terdengar seperti suara wanita tertawa sangat keras dan melengking dari luar warung 

"gus......gus......." Rifkan memanggilku

Aku hanya menatap Agus tanpa mengeluarkan kata-kata apapun, nampaknya Agus paham aku pun juga menyadari suara tsb.

"gus......gus......." Rifkan memanggilku

Aku hanya menatap Agus tanpa mengeluarkan kata-kata apapun, nampaknya Agus paham aku pun juga menyadari suara tsb.

Kami berdua bergegas keluar warung, mencari dari arah mana suara tsb dan melihat ke arah belakang warung.

"Astagfirullahaladzaim..... Astagfirullahaladzaim" 

kami berdua istigfar sama-sama atas apa yang kami berdua lihat...

Ilustrasi (Kompasiana.com)

Ternyata....

Ada wanita berdiri tegak berjubah hitam sangat panjang di samping pohon di dekat warung tersebut.

Matanya terbelalak putih dgn wajah pucat dan rambut panjangnya.

Anak-anak kecil yang tadi aku lihat pun berlari menghampiri perempuan tersebut. 

Aku lihat anak-anak tsb ada yang wajahnya hancur dengan banyak luka dibadannya. Sangat jauh beda dengan saat awal aku melihatnya tadi.

"Hi hi hi hi........" Ku lihat wanita itu tertawa lagi yang membuat telinga kami berdua sakit

"gus ayo gus balik ke mobil cepat" ajak rifkan

Saat lari ke mobil lagi-lagi kami berdua dikagetkan lagi dan lagi, tambal ban yang kami hampiri tadi sekarang sudah tidak ada entah hilang kemana.

Bersambung~

Ilustrasi (Detik.com)