Lebih Dekat dengan Taman Nasional Lorentz, Meski Rencana ke Sana Masih Jauh

Masih belum tahu nih kapan bisa liburan ke Taman Nasional Lorentz, tetapi dengan 5 fakta di bawah ini kalian bisa merasa lebih dekat lah ya.

Siapa dari kalian yang berencana untuk liburan ke Taman Nasional Lorentz gengs? Kalau rencana kalian masih jauh, ada baiknya membaca fakta-faktanya di bawah ini. Atau mungkin setelah membaca kalian jadi kepingin untuk berpetualang di sana. Let's go!

1. Asal usul nama Lorentz

Nama Lorentz diambil dari seorang peneliti dan penjelajah Belanda bernama Hendrikus Albertus Lorentz. Ia begitu cinta dengan tempat ini sehingga kerap mengunjunginya. Menurutnya kawasan Taman Nasional Lorentz sangat unik dan berbeda dengan banyak wilayah lainnya di dunia. 

Pada akhirnya, dalam ekspedisinya ke-10 di tahun 1909, dia berhasil mendaki Puncak Jaya dengan enam orang Suku Kenyah. Momen ini pun membuat namanya diabadikan sebagai Taman Nasional Lorentz.

Lebih dekat dengan fakta Taman Nasional Lorentz (wikipedia.org)

2. Menjadi taman nasional tahun 1997

Meskipun sudah ditemukan sejak awal abad lalu, kawasan Taman Nasional Lorentz baru mulai dikembangkan pada tahun 1997. Sehingga diterima UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 4 Desember 1999. Otoritas pengelolaan warisan dunia ini berada di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Lebih dekat dengan fakta Taman Nasional Lorentz (kompas.com)

3. Taman nasional terbesar di Asia Tenggara

Luas Taman Nasional Lorentz kurang lebih 2,4 juta hektar. Hal ini menjadikannya sebagai taman nasional terbesar di Asia Tenggara. Sayangnya, keterbatasan sarana dan prasana membuat kawasan ini sulit dijangkau secara keseluruhan. Padahal ekosistem di dalamnya sangat lengkap, bisa dianggap sebagai perwakilan untuk keanekaragaman hayati di Asia Pasifik.

Lebih dekat dengan fakta Taman Nasional Lorentz (wikipedia.org)

4. Berada di pertemuan dua lempeng tektonik

Taman Nasional Lorentz terletak di titik pertemuan dua lempeng benua yang bertabrakan. Kondisi geologi yang kompleks serta ketinggian gunungnya membuat puncak gunung, yang disebut dengan puncak Cartenz diselimuti es. Dua lempeng yang bertabrakan ini lah yang telah menghasilkan gunung yang punya puncak tertinggi di Indonesia.

Lebih dekat dengan fakta Taman Nasional Lorentz (terasjakarta.id)

5. Dihuni banyak suku asli Papua

Sebagai warisan dunia, Taman Nasional Lorentz juga memiliki warisan budaya yang dimiliki oleh sejumlah suku asli Papua. Beberapa di antaranya seperti Asmat, Nduga, Dani Barat, Sempan, Amungme, Kamoro, dan sebagainya. 

Sebagian besar sangat terbuka dengan orang luar. Saat berkunjung ke Suku Asmat, kalian bisa mempelajari keterampilan memahat patung. Ada pula noken, yakni anyaman tas yang terbuat dari serat pohon atau daun.

Lebih dekat dengan fakta Taman Nasional Lorentz (britannica.com)