5 Kota yang Tepat Untuk Budidaya Buah Pir di Indonesia

Budidaya buah pir membutuhkan iklim yang sejuk agar hasilnya bisa maksimal. Kota mana saja yang tepat untuk menanam buah ini?

Seperti yang telah jamak diketahui bahwa buah pir memang tanaman buah yang berasal dari belahan bumi beriklim sedang. Seperti di daerah Afrika Utara, Eropa, dan Asia Timur. Jika dipaksa untuk ditanam di iklim tropis yang panas, buah pir biasanya akan memiliki ukuran yang relatif kecil. Rasa buahnya pun tidak semanis buah pir yang banyak dibudidayakan di daerah iklim sedang.

Tetapi ada beberapa kota di Indonesia yang memiliki iklim yang mirip dengan belahan bumi beriklim sedang. Biasanya kota atau daerah ini berada diketinggian tertentu sehingga suhu hariannya tidak terlalu panas. Selain itu kota atau daerah tersebut juga memiliki tanah yang luas untuk dijadikan perkebunan buah pir. Lantas dimana saja kota yang tepat untuk budidaya buah pir di Indonesia?

1. Berastagi, Karo, Sumatera Utara

Berastagi adalah salah satu dataran tinggi di Kabupaten Karo. Kota Berastagi memiliki ketinggian 1.300 meter dari permukaan air laut. Dengan begitu iklim dari kota ini memiliki udara yang sangat dingin. Berastagi diapit oleh gunung Sibayah dan Gunung Sinabung yang masih sering aktif. Sehingga tanah di sana subur dan cocok untuk perkebunan.

Untuk saat ini, Berastagi memang dikenal sebagai penghasil buah-buahan paling bagus di area Sumatra Utara. Jenis buah yang ditanam di sana antara lain jeruk, stroberry, dan tomat. Dengan begitu potensi untuk menananm buah pir di sana masih sangat tinggi. Mengingat kota ini juga terkenal akan wisatanya.

adhannm.blogspot.com

2. Lembang, Bandung, Jawa Barat

Mendengar kata Lembang, pasti kita akan terbanyang sebuah observatorium terbesar di Indonesia, Bosscha. Benar hal ini tidak salah, namun kota kecil yang sangat dingin ini menyimpan banyak sekali potensi agrobisnis yang tinggi. Pasalnya dengan adanya obesrvatorioum, daerah Lembang diupayakan untuk steril dari cahaya. Berbeda jika daerah ini didorong untuk industri pariwisata yang mungkin akan menghadirkan gemerlap lampu di malam hari.

Potensi perkebunan buah pir di kawasan Lembang didukung dengan lokasinya yang berada di ketinggian antara 1.300 hingga 2.100 meter. Lembang adalah tempat yang pas untuk membudidayakan buah pir dikawasan Jawa Barat. Meskipun banyak daerah di Jawa barat yang beriklim dingin. Namun Lembang dekat kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung untuk mendistribusikan hasil perkebunan.

hotel-di.com

3. Batu, Malang, Jawa Timur

Kawasan paling terkenal di Jawa Timur karena perkebunannya adalah Kota Batu. Kota kecil yang dulunya masih tergabung dengan Malang ini terkenal sebagai kota penghasil buah apel. Bahkan terdapat datu jenis apel yang hanya ada di kota ini yaitu Apel Batu. hampir sebagian besar tanah di sana merupakan kebun apel.

Kota yang memiliki ketinggian mencapai 1.200 meter ini merupakan tempat yang potensial untuk membuat perkebunan buah pir. Alasannya justru datang dari buah apel asli Batu itu sendiri. Hasil yang melimpah membuat harga jual bauh apel menurun. Tentu ada baiknya diberi variasi perkebunan seperti kebun buah pir.

wikimedia.org

4. Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah

Baturaden adalah nama salah satu kota di Kabupaten Purwokerto. Baturraden terletak di daerah pegunungan dengan ketinggian mencapai 980 meter dari permukaan air laut. Kota kecil ini berada di sebelah selatan dari Gunung Slamet yang membuatnya memiliki udara sangat sejuk saat siang dan dingin saat malam hari.

Kondisi iklim kawasan ini tentu sangat cocok untuk membangun perkebunan buah pir. Perkebunan juga dapat digabungkan dengan wisata karena koata memiliki banyak sekali tempat wisata yang indah. Beberapa di antaranya adalah Air terjun dengan nama Pancuran Pitu dan Pancuran Telu. Potensi agrowisata yang besat dari Jawa Tengah.

pinterest.com

5. Waghete, Deiyai, Papua

Iklim di Waghete sangat berbeda dengan sebagian besar lokasi di Pulau Jawa yang panas. Saat tengah hari, suhu udara di Waghete adalah 15 derajat Celcius. Sedangkan malam hari bisa mencapai suhu hingga 10 derajat Celcius. Bisa dibayangkan bagaimana suhu di kota kecil yang terletak di Kabupaten Deiyai, Papua ini. Maka dari itu Waghete memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan kawasan perkebuanan buah pir.

Hanya saja akses trensportasi untuk kota ini masih sangat minim. Waghete memiliki satu banda udara kecil yang digunakan sebagai lokasi pendaratan pesawat sipil dan militer. Transportasi sebenarnya bisa menggunakan jalur darat namun memakan waktu lama dengan jalan yang tidak terlalu bagus. Namun tanah di di kota kecil dengan ketinggian rata-rata 2.200 meter masih sangat luas, cocok untuk perkebunan dengan skala besar.

boombastis.com