Perjalanan Amanda Nguyen menembus luar angkasa sejatinya diharapkan menjadi momen paling membanggakan dalam hidupnya. Namun alih-alih disambut kebahagiaan, astronot perempuan pertama asal Vietnam itu justru kembali ke Bumi dengan tekanan batin yang mendalam. Rentetan kritik yang datang membuat perempuan berusia 34 tahun tersebut terjerumus dalam depresi.
Amanda turut ambil bagian dalam misi penerbangan luar angkasa khusus perempuan yang digelar Blue Origin pada April lalu. Penerbangan singkat selama 11 menit itu mempertemukannya dengan sejumlah figur ternama, seperti Katy Perry, jurnalis Gayle King, Lauren Sánchez, istri Jeff Bezos, ilmuwan roket NASA Aisha Bowe, serta produser film Kerianne Flynn. Wahana yang mereka tumpangi melaju hingga ketinggian 66,5 mil dan melintasi Garis Kármán, yang dikenal sebagai batas resmi luar angkasa.
Sayangnya, tak lama setelah mendarat, misi bersejarah tersebut justru memicu berbagai polemik. Mulai dari mahalnya biaya tiket, isu dampak lingkungan, hingga ekspresi dramatis para awak usai pendaratan menuai sorotan dan kritik publik.
Di media sosial, muncul pula berbagai tudingan tanpa dasar, termasuk klaim bahwa misi tersebut hanyalah rekayasa CGI dan para kru sebenarnya hanya melayang di kolam air. Bagi Amanda, banjir komentar negatif itu menjadi beban psikologis yang sangat berat.
“Segala perjuangan saya sebagai ilmuwan mulai dari riset kesehatan perempuan, eksperimen luar angkasa, hingga latihan bertahun-tahun untuk meninggalkan atmosfer Bumi, seakan tertimbun oleh gelombang misogini,” tulis Nguyen dalam unggahan panjang di Instagram.
Ia mengaku tak pernah menyangka sorotan publik akan sebesar itu. Menurutnya, ketika perhatian media begitu masif, sedikit saja narasi negatif dapat terasa amat menghancurkan.
“Rasanya seperti serangan yang tak pernah dirancang untuk bisa ditanggung oleh otak manusia,” ungkapnya.
Kepada Gayle King, Amanda bahkan sempat mengatakan bahwa depresi yang dialaminya mungkin akan berlangsung lama. Selama sepekan usai penerbangan, ia tak sanggup meninggalkan Texas dan kesulitan sekadar bangun dari tempat tidur. Bahkan sebulan kemudian, berbicara tanpa menahan air mata masih terasa berat.
Amanda Nguyen (instagram)
“Di hadapan publik, saya merasa harus tetap kuat, terutama demi para sponsor kursi yang telah membantu mewujudkan riset dan impian ini,” ujarnya.
Meski demikian, Amanda menegaskan misi tersebut tetap memiliki arti penting. Pengalamannya ke luar angkasa justru membuka ruang dialog dengan para pemimpin dunia dan menguatkan perjuangannya dalam membela hak para penyintas kekerasan seksual. Ia juga membawa biji teratai ke luar angkasa sebagai penanda 30 tahun rekonsiliasi Amerika Serikat dan Vietnam, yang ia maknai sebagai simbol perdamaian.
“Tujuan saya memanfaatkan sains sebagai sarana diplomasi telah tercapai,” katanya.
Bagi Amanda, penerbangan tersebut juga sarat makna sejarah secara personal. Berasal dari keluarga pengungsi Vietnam yang menetap di Amerika Serikat, ia merasa pencapaiannya melampaui dirinya sendiri.
“Tahun ini, ketika keluarga saya yang dulu adalah pengungsi perahu menatap langit, yang mereka lihat bukan lagi bom, melainkan perempuan Vietnam pertama di luar angkasa. Kami datang dengan perahu, kini kami terbang dengan pesawat luar angkasa,” tuturnya.
Delapan bulan setelah kejadian itu, Amanda mengakui depresinya belum sepenuhnya pulih. Namun perlahan, luka batinnya mulai terobati berkat dukungan keluarga, sahabat terdekat, serta masyarakat Vietnam yang terus menunjukkan kebanggaan dan empati.
Momen Katy Perry ke luar angkasa (instagram)