Percaya Nggak Percaya, Ternyata Ini Tujuan Orang Magetan Memandikan Jenazah dengan Daun Kelor

kira-kira apa tujuan orang Magetan memandikan jenazah dengan daun kelor? Simak penjelasannya berikut ini!

Memandikan jenazah  adalah salah satu ritual penting dalam proses pemakaman di banyak budaya. Bagi masyarakat Muslim, hal ini dilakukan untuk menyucikan jenazah agar dalam kondisi bersih saat kembali pada Sang Pencipta.

Namun, ada kebiasaan unik yang membedakan proses ini di Magetan, yaitu penggunaan daun kelor (Moringa oleifera). Tapi kira-kira apa tujuan orang Magetan memandikan jenazah dengan daun kelor? Simak penjelasannya!

Daun Kelor Dipercaya Bisa Menghilangkan Jimat

Di Magetan, daun kelor digunakan dalam proses memandikan jenazah sebagai bagian dari tradisi turun-temurun. Masyarakat setempat meyakini bahwa daun kelor memiliki kemampuan untuk menghilangkan pengaruh negatif atau aura buruk yang mungkin melekat pada jenazah. Daun kelor dianggap suci dan memiliki kekuatan spiritual yang mampu membersihkan dan melindungi roh almarhum dalam perjalanannya menuju alam baka.

Selain itu, melansir DetikNews, penggunaan daun kelor adalam cara paling ampuh untuk menghilangkan jimat dan susuk yang mungkin masih menempel pada tubuh. Sebagaimana diketahui, masyarakat Jawa masih kental dengan kepercayaan mistis, seperti ngilmu, jimat, pengasihan, dan lain-lain. Benda-benda tersebut harus benar-benar hilang dari tubuh saat yang bersangkutan meninggal agar tidak menghambat perjalanan menuju alam barzah.

Proses Memandikan Jenazah dengan Daun Kelor

Memandikan Jenazah dengan Daun Kelor (via Suara Muslim Radio Network)

Proses memandikan jenazah dengan daun kelor di Magetan dimulai dengan menyiapkan air yang telah dicampur dengan daun kelor. Daun kelor ini biasanya diremas atau direbus untuk mengeluarkan sari-sarinya sebelum dicampurkan ke dalam air mandi. Air tersebut kemudian digunakan untuk memandikan jenazah dengan hati-hati, sambil diiringi doa-doa dan bacaan tertentu yang dipimpin oleh tokoh adat atau pemuka agama.

Tujuan utama dari penggunaan daun kelor ini adalah untuk memastikan bahwa jenazah dibersihkan tidak hanya secara fisik tetapi juga secara spiritual. Ini adalah bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum, dengan harapan bahwa mereka dapat beristirahat dengan tenang dan tidak terganggu oleh pengaruh negatif.

Pengaruh Modernisasi

Memandikan Jenazah dengan Daun Kelor (via Kompas)

Seperti banyak tradisi lain, kebiasaan memandikan jenazah  dengan daun kelor juga menghadapi tantangan dari modernisasi dan perubahan sosial. Ditambah lagi, kepercayaan pada ilmu klenik sudah semakin pudar dan digantikan dengan logika. Namun, banyak masyarakat Magetan yang tetap mempertahankan praktik ini sebagai bagian penting dari identitas budaya mereka.

Generasi muda diajarkan untuk menghormati dan memahami makna di balik tradisi ini, sehingga diharapkan dapat terus dilestarikan di masa depan. Bagaimana pendapat kalian? Adakah budaya unik di daerah tempat tinggal kalian?

Memandikan Jenazah dengan Daun Kelor (via Jawa Pos)