Sudah Mulai Musim Hujan, Saatnya Kerahkan Nyamuk Wolbachia untuk Cegah Penyakit DBD

Sudah Mulai Musim Hujan, Saatnya Kerahkan Nyamuk Wolbachia untuk Cegah Penyakit DBD

Demam Berdarah Dengue adalah salah satu penyakit yang berbahaya. Pasalnya, penyakit yang disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti ini bisa merenggut nyawa seseorang jika penanganannya terlambat dan tak tepat. 

Itu sebabnya, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada kemudian berusaha menangani persoalan DBD dengan memanfaatkan nyamuk aedes aegypti yang sudah mengandung bakteri wolbachia.

# Apa Itu Bakteri Wolbachia?

Bakteri Wolbachia adalah sejenis bakteri yang ada pada sel tubuh serangga. Bakteri ini ditemukan di beberapa serangga seperti ngengat, kumbang, lalat buah, hingga nyamuk. Namun, bakteri ini justru tak ada pada nyamuk aedes aegyty sebagai vektor yang menularkan virus dengue.

Padahal bakteri ini dapat menekan replikasi virus dengue karena bakteri tersebut mampu berkompetisi dengan virus saat merebut makanan di sel tubuh nyamuk. Bakteri ini juga tak bisa ditularkan ke manusia oleh nyamuk, jadi bisa dibilang aman.

Nyamuk yang mengandung bakteri Wolbachia dikembangbiakkan oleh Miliarder asal Amerika Serikat (AS) Bill Gates. Bill Gates dan tim ilmuwan mengembangbiakkan nyamuk ini di dalam bangunan bata berlantai dua di Medellin, Kolombia.

Mereka kemudian melepaskan nyamuk tersebut ke seluruh negeri untuk berkembangbiak dengan nyamuk liar yang dapat membawa demam berdarah dan virus lain yang mengancam.

Pengamatan sampel nyamuk Aedes aegipty ber-Wolbachia di Laboratorium WMP Yogyakarta (tekno.tempo.co)

Larva nyamuk atau jentik-jentik nyamuk (liputan6.com)

# Dua Kabupaten di Yogyakarta Sudah Memanfaatkan Penanganan Bakteri Wolbachia

Diketahui, dua kabupaten di Yogyakarta sudah memanfaatkan penanganan dengan bakteri wolbachia sejak beberapa tahun lalu. Tepatnya di Kabupaten Sleman dan Bantul. 

Penanganan di Kabupaten Bantul dilakukan dengan melepas nyamuk aedes aegypti dewasa yang sudah mengandung bakteri wolbachia. Sementara itu, Kabupaten Sleman memanfaatkan telur atau larva nyamuk mengandung wolbachia, kemudian meletakkan ember berisi telur dan larva tersebut di beberapa titik.

Meskipun sudah melepas nyamuk wolbachia, masyarakat tetap diimbau untuk terus melakukan gerakan 3 M yaitu Mengubur, Menguras, dan Menutup tempat penampungan air yang berpotensi digunakan untuk nyamuk berkembang biak.

Sebab hal paling penting dalam penanganan DBD adalah memutus mata rantai siklus perkembangbiakan nyamuk.

Infografik tentang wolbachia (tirto.id)