Betulkah Paranormal Punya Enam Indera? Begini Faktanya!

Paranormal dianggap mempunyai indera keenam. Ia bisa melihat dan berbicara dengan mahkluk halus. Paranormal juga dianggap orang pintar.

Seseorang yagn mempunyai kelebihan tertentu dianggap sebagai 'orang pintar'. Misalnya, ketika seorang anak punya kelebihan dalam bidang matematika, maka ia dianggap sebagai orang pintar dalam bidang tersebut. Tetapi, bagaimana dengan 'orang pintar' yang bisa melihat dan berbicara dengan makhluk halus?

Orang pintar tersebut dijuluki paranormal. Ia bisa meramalkan dan memberi syarat tertentu agar mendapatkan keberuntungan. Hasil ramalan dan syarat tertentu tersebut bisa dijelaskan lho. Setiap orang punya kecenderungan membangun illusi visual oleh otak. Seorang prikolog Italia pernah membuktikannya dalam jurnal ilmiahnya. Ia bercermin dan melihat bayangan sosoknya berubah menjadi pria tua yang keriput dan pucat. 

Ilusi punya efek  yang mengejutkan. Ilusi terjadi karena otak menyimpulkan data-data informasi. Ketika ada informasi yang hilang, maka otak menyimpulkan sesuatu yang keliru. Ini terjadi pada psikiater Italia diatas. Otak pada akhirnya menyimpulkan ilusi visual adalah sesuatu hal yang mistis.  

Ketika seseorang menerima peristiwa yang tidak menyenangkan, otaknya akan mencari jawaban dan makna dari peristiwa tersebut. Saat mengalami peristiwa yang nggak menyenangkan otak nggak bisa objektif. Menurut penjelasan Jennifer Whitson dari Universitas Texas, peristiwa yang nggak menyenangkan memantik persepsi seseorang sehingga bisa saja menghubungkan dua hal atau lebih yang sesungguhnya nggak berhubungan. Misalnya, agar beruntung harus mengetuk pintu tiga kali.  

Hantu di cermin (avmedia.com)

Anjuran dari paranormal seringkali tidak berhubungan satu sama lain. Misalnya, untuk mengusir makhluk astral harus menaruh jarum di laci meja ruang tamu. Anjuran yang merujuk hal mistis tersebut bermula dari keterbatasan informasi. Bagaimana cara menjelaskan makhluk astral secara objektif? Tentu sulit. Maka, manusia dengan kapasitas kerja otak membahasakannya dengan hal-hal yang justru nggak berhubungan dengan makhluk astral.

Adam Wayzt menyebutnya sebagai antropomorfisme. Antropomorfisme merupakan satu metodologi untuk mengenali sesuatu hal yang sama sekali nggak dikenali. Lebih lanjut, Wayzt menjelaskan bahwa manusia mempercayai hantu karena manusia nggak suka dengan kerja semesta yang acak. Jadi, manusia membuat struktur sehingga bisa ditangkap dan bisa diterjemahkan ke dalam bentuk yang lebih teratur. Motif yang dilakukan manusia ini bekerja secara natural. Yang mempengaruhi daya manusia untuk menjelaskannya juga bersifat alamiah.

Mengetuk pintu (shutterstock.com)

Dikutip dari BBC.com, paranormal punya pola yang sama seperti manusia pada umumnya. Jika ada anggapan tentang indera keenam, artinya setiap manusia punya potensi untuk mempunyai indera penangkap 'hal yang tak tertangkap'. Terlebih lagi, jika satu orang mempunyai kelebihan, artinya orang yang lain punya kelebihan untuk menangkap dan menjelaskan peristiwa mistis. Kamu bisa menjelaskan peristiwa mistis yang terjadi di sekitarmu?

Cerita hantu (active.com)