Perjanjian Ummu Sibyan dan Nabi Sulaiman, Yang Menegangkan!

Perjanjian Ummu Sibyan dan Nabi Sulaiman dimasalalu

Perjanjian Ummu Sibyan dan Nabi Sulaiman adalah salah satu cara untuk mengusir jin atau ruqyah secara syar'i.

Awal muasal kisah kejadian tersebut, dahulu ketika Nabi Sulaiman AS duduk di atas kursinya dengan angin yang membawa permadaninya ditemani Burung dan bala tentara semua golongan jin yang melayani sang Nabi dengan penuh khidmat. 

Perjalanan Nabi Sulaiman bermula dari Syam Syria menuju ke Ruum dan didampingi malaikat Jibril AS serta Mikail AS di sebelah kanan dan kirinya.

Tiba-tiba ia dikejutkan oleh seorang wanita tua dari golongan jin dengan gigi seperti gading gajah dengan rambut dan bulu yang menyerupai pelepah pohon kurma yang mengeluarkan bau tidak sedap.

Hidungnya mengeluarkan asap, suaranya seperti petir yang menggelegar kuat dan dahsyat dengan lolongan seperti serigala dan ringkikan Khimar (keledai).

Digambarkan juga ia memiliki mata yang menyala dan berwarna merah seperti kilat yang menyambar, memiliki perawakan yang tinggi besar yang kedua kakinya mengangkangi antara 2 lembah dengan perkataan keji yang sangat buruk.

Nabi sulaiman(Tribunnews.com)

Karena sosoknya itu nabi Sulaiman AS terkejut sehingga beliau bersujud kepada Allah SWT (dalam riwayat yg lain beliau sujud sambil membaca Subbuhun Quddusun Robbuna Wa Robbul Malaikati Warruhi 3x ).

Setelah itu beliau mengangkat kepala dari sujudnya dan berkata “ Wahai engkau wanita tidak pernah aku melihat mahluq yang paling buruk darimu dan tidak ada mahluq yang lebih buruk darimu, Siapa namamu ? Dan bagaimana keberadaanmu ?”, Maka berkatalah dia, “ Hammah Binti Hammah ( Anak perempuan dari Iblis ) Adapun julukanku adalah “Ummu Shibyan”.

Da dia mengatakan aku tinggal di udara antara langit dan Bumi. Nabi Sulaiman bersabda : ” Wahai terkutuk kepada manusia yang bagaimanakah engkau bisa menguasainya ? ” Menjawab Hammah ” Kepada manusia yang buruk perangainya, dan kepada manusia yg tidak ada besertanya

Ayat dari kitabulloh dan cincin mu ya nabiyalloh aku masuk pada mereka melalui mengalirnya darah dalam uratnya. Dan diamenambahkan, dan aku masuk pada mereka kepada apa yg mereka bawa, dan aku masuk pada diri diri mereka , Aku dan bala tentaraku suka sekali mendiami rumah-rumah yg kosong, dari akulah semua sumber penyakit dan semua sumber yg membahayakan, Akulah yang mengurangi harta hartanya orang yg berdagang, Akulah yg menyebabkan anak anak kecil menangis, akulah yg menyebabkan wanita Mandul, Kesepian, keguguran dan masih banyak lagi perbuatan – perbuatan buruk yg lainnya”.

Kemudian Nabi Sulaiman bersabda, ” Wahai yg di laknat bagaimana caranya engkau menyakiti anak-anak kecil serta membuatnya sakit dan bagaimana pula engkau bisa mengurangi harta nya manusia ?”.

Kemudian Ummu Shibyan menjawab L.A ( La’natulloh ‘Alaihi ) menjawab, ”Wahai Nabiyalloh Aku memukul persendian tulang anak kecil tsb dan aku memakan dagingnya serta aku meminum darahnya, dan aku tampar wajahnya sehingga anak tsb menangis tiada henti, Dan aku mendatangi harta harta nya manusia kemudian aku meraung / menjerit dengan satu kali raungan sehingga lari karena terkejut orang yang memiliki hartanya dan kami meniup harta tsb dengan angin dari tengah sampai akhir maka tidaklah bersisa harta tsb sedikitpun.

“Aku akan mengikatmu dengan perjanjian kepada Alloh yang maha agung dan mengikatmu dengan ‘Ahdu dan aku akan merantaimu dengan rantai besi dan aku akan memenjarakanmu di dasar lautan,” ujar Nabi Sulaiman.

Kemudian malaikat Jibril AS pun menghadap sang Nabi Sulaiman dan meminta Nabi untuk menyeret makhluk terkutuk ini untuk membakarnya dengan sebenar-benarnya.

” Wahai padukaku aku memohon kepadamu dengan Alloh yang menciptakan aku dan yg menciptakanmu janganlah engkau menyiksaku dengan api karena tidak ada yang pantas menyiksa dengan api kecuali Alloh yang maha raja maha Mulia serta Alloh yang maha agung dan alloh yang maha memaksa, Ringankanlah bagiku siksaan ini niscaya aku akan memberitahumu tentang perkaraku nama namaku dan semua perbuatan perbuatanku," Jawab Ummu Shibyan.

Ummu Sibyan (dakwahdalammedia.blogspot.com)

Dari kisah terssebut terjadilah 7 buah perjanjian yang intinya bahwa semua Jin pengganggu adalah tentara dan anak cucunya Ummu Syibhan. Kemudia jin itu diikat dengan 7 perjanjian itu dan melarang untuk mencelakai anak cucu Adam. 

Apa bila di zaman sekarang ada Jin yang memiliki postur besar seperti Genderuwo dan Buta ijo maka kemungkinan ia adalah anak turunya Ummu Sibyan. Apabila mereka mengganggu dan merasuki seseorang tinggal teriakan saja,

"AKU MENGAJAK KALIAN KEPADA PERJANJIAN YG DI BERIKAN NABI SULAIMAN KPADA KALIAN, HENDAKLAH KALIAN KLUAR DAN PERGI DR RUMAH ( TUBUH ) INI.AKU MENGAJAK KALIAN ATAS NAMA ALLAH UNTUK KLUAR DAN JGN SKALI2 KALIAN MENYAKITI SIAPAPUN."

Jadi begitulah kisah dari Perjanjian Ummu Sibyan dan Nabi Sulaiman AS, kiranya kita imani dan percayai gengs.

Ummu Sibyan (Tanahnusantara.com)