Gak Cuma Rokok Tembakau, Rokok Vapor Juga Sama Berbahanya! Ini Risiko Kesehatan yang Mungkin Terjadi Karena Nge-Vape

Gak Cuma Rokok Tembakau, Rokok Vapor Juga Sama Berbahanya! Ini Risiko Kesehatan yang Mungkin Terjadi Karena Nge-Vape

Vaping  atau merokok dengan vapor belakangan ini lagi banyak digandrungi. Terutama anak muda yang menganggap rokok vapor lebih sehat atau lebih keren. 

Faktanya,rokok vapor sama berbahayanya dengan rokok tembakau. Kamu yang mulai menggunakan rokok elektrik, atau beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik, meningkatkan risiko efek kesehatan yang merusak. Pilihan teraman, menurut American Cancer Society, adalah menghindari vaping dan tidak merokok sama sekali.

Penelitian tentang efek kesehatan dari vaping sedang berlangsung, dan mungkin perlu beberapa waktu sebelum kita memahami risiko jangka panjangnya.

Namun berikut ini adalah efek dari cairan vaping dengan dan tanpa nikotin, serta vaping ganja atau minyak CBD.

1. Mempengaruhi Kesehatan Jantung

Sebuah studi yang dilakukan National Academy Press (NAP) di tahun 2018 menunjukkan bahwa vaping harian dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung, bahkan ketika faktor gaya hidup lainnya dipertimbangkan.

Mengisap rokok elektrik nikotin memicu peningkatan detak jantung.

Para penulis juga menggambarkan bukti moderat yang menunjukkan bahwa mengisap rokok elektrik meningkatkan tekanan darah. Keduanya dapat mempengaruhi kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Macam rokok elektrik (ekbis.sindonews.com)

2. Mempengaruhi Kesehatan Paru-Paru

Sebuah studi tahun 2018 menilai fungsi paru-paru dari 10 orang yang tidak pernah merokok segera setelah melakukan vaping cairan baik dengan atau tanpa nikotin.

Para peneliti menyimpulkan bahwa vaping baik dengan dan tanpa nikotin mengganggu fungsi paru-paru normal pada orang sehat.

Laporan 2018 yang sama dari NAP menemukan bahwa ada beberapa bukti bahwa paparan rokok elektrik memiliki efek buruk pada sistem pernapasan, tetapi studi tambahan diperlukan untuk memahami sejauh mana vaping berkontribusi terhadap penyakit pernapasan.

3. Efek Buruk pada Gigi dan Gusi

Sebuah studi tahun 2018 melaporkan bahwa paparan aerosol e-rokok membuat permukaan gigi lebih rentan terhadap berkembangnya bakteri. Para penulis menyimpulkan bahwa vaping dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.

Perbedaan Vape dan Rokok tembakau (hipwee.com)

Studi lain dari 2016 menunjukkan bahwa vaping dikaitkan dengan peradangan gusi, faktor yang diketahui dalam perkembangan penyakit periodontal.

Demikian pula, ulasan tahun 2014 melaporkan bahwa vaping dapat memicu iritasi pada gusi, mulut, dan tenggorokan.

4. Disfungsi Sel dan Kerusakan DNA

Laporan 2018 dari NAP menemukan bukti substansial bahwa vaping menyebabkan disfungsi sel, stres oksidatif, dan kerusakan DNA.

Beberapa dari perubahan seluler ini telah dikaitkan dengan perkembangan kanker dalam jangka panjang, meskipun saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa vaping menyebabkan kanker.

Sampai saat ini, bukti tentang risiko kesehatan dari vaping masih sangat terbatas. Yang pasti, efek samping kesehatan dari vaping akan memakan waktu puluhan tahun untuk berkembang. Tetapi berdasarkan pengalaman dengan rokok tembakau, efek kesehatan yang merugikan yang serupa termasuk COPD, penyakit jantung, dan kanker dapat diperkirakan.

Vaping bisa menyebabkan gigi berlubang (bookingdokter.com)