Anies Ungkapkan Telah Berupaya Sebaik Mungkin untuk Tangani Banjir, Bagaimana Perbandingannya dengan Era Ahok?

Anies Ungkapkan Telah Berupaya Sebaik Mungkin untuk Tangani Banjir, Bagaimana Perbandingannya dengan Era Ahok?

Banjir di Jakarta tiap musim hujan memang selalu jadi problem yang sulit ditangani. Berbagai cara sudah dilakukan oleh Pemda Jakarta, tapi lagi-lagi, banjir masih setia muncul di kala curah hujan tinggi.

Di masa pemerintahannya yang terakhir pun, Anies menyatakan bahwa dirinya telah berupaya sebaik mungkin untuk menangani banjir selama lima tahun jabatannya. Tetapi, banjir masih juga terjadi di Jakarta.

# Usaha Anies Baswedan menanggulangi Banjir

Selama memimpin Jakarta, Anies Baswedan dan timnya telah memegang teguh motto "Siaga, Tanggap, Galang" yang menurutnya berhasil menyurutkan genangan banjir dengan cepat.

Beberapa proyek penanganan banjir yang sudah dilakukan Anies antara lain: pengerukan lumpur, peningkatan kapasitas pompa, polder untuk banjir rob, pemasangan sensor air, pembuatan waduk, kolam tampung air, dan sungai.

“Kami juga memperbaiki saluran air, mengintensifkan instalasi sumur resapan atau drainase vertikal, mengimplementasikan Blue and Green, yaitu taman yang menjadi kawasan tampungan air sementara, penyediaan alat pengukur curah hujan, dan perbaikan pompa,” jelas Anies.

Ketika masa kepemimpinan Anies telah selesai, proyek yang belum terselesaikan akan dituntaskan oleh anak buah Anies sehingga programnya tidak akan mangkrak.

Banjir di Bundaran HI Jakarta (metro.tempo.co)

# Perbedaan Banjir Tahun 2022 dengan 2022

Anies juga menyebutkan bahwa curah hujan di Jakarta pada masanya dan masa sebelumnya sangat berbeda. Sehingga menurutnya, tugasnya lebih berat.

Pada tahun 2020 misalnya. Tercatat curah hujan terekstrem mencapai 377 milimeter per hari. Tetapi 95 persen titik banjir bisa surut dengan waktu 96 jam.

Anies kemudian membandingkan banjir eranya dengan era Ahok di tahun 2015. Menurutnya, curah hujan di masa Ahok tidak terlalu ekstrem. Curah hujan saat itu hanya 277 milimeter per hari dengan waktu surut 168 jam.

Sistem drainase di Jakarta memiliki ambang batas dengan kapasitas tampungan drainase mencapai 100 hingga 150 milimeter per hari.

Anies saat tangani banjir (manado.tribunnews.com)

“Karena itu, apabila turun hujan dengan curah di bawah 100 milimeter per hari, kami harus memastikan Jakarta aman dan curahan hujan dapat tertangani dengan baik,” ucap Anies, melansir dari jpnn.com, Kamis (13/10).

Berdasarkan keterangannya, Anies menyimpulkan bahwa jika curah hujan ekstrem berada di atas angka 100 milimeter per hari, maka Jakarta pasti akan tergenang air.

Ahok saat survey banjir (tirto.id)