Anak Indigo Populer Ungkap 'Alasan' Presiden Gak Ada Yang Berani Ke Kediri, Ternyata Berkaitan Sama Pusaka Tertimbun

Anak Indigo Populer Ungkap 'Alasan' Presiden Gak Ada Yang Berani Ke Kediri, Ternyata Berkaitan Sama Pusaka Tertimbun

Banyak masyarakat yang masih percaya mitos Kabupaten Kediri , Jawa Timur sebagai wilayah yang tidak boleh dikunjungi presiden  Indonesia. Konon, kalau ada presiden yang berkunjung ke Kediri, maka tidak lama setelahnya mereka akan lengser atau turun dari jabatannya.

Mitos ini dipercaya masyarakat setempat karena sejauh ini hanya ada dua presiden yang datang ke Kediri yakni Soekarno dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Tapi tidak lama setelah kunjungan itu, keduanya dilengserkan dari kursi presiden dengan cara politik.

Mitos tersebut tentu membuat publik penasaran. Terkait hal ini, anak indigo Tigor Otadan memberikan pandangannya. Tigor berpendapat tentang penyebab banyak presiden yang tidak berani berkunjung ke kota kelahirannya tersebut.

Menurut Tigor Otadan, hal ini ada kaitannya dengan kota Kediri sebagai tempat pusaka negara ditimbun. Sehingga, menurutnya orang yang tidak memiliki wadah yang putih bisa membuat mereka kembali ke jati dirinya masing-masing.

“Gini sejarahnya, Kediri adalah tempat di mana pusaka negara ditimbun. Kerajaan paling tertua adalah Kediri. Banyak kok tertimbun di sini. Siapapun kalau tidak memiliki sifat wadah putih, masuk sini akan hilang. Kediri, kembali ke jati dirinya,” ungkap Tigor Otadan dikutip dari YouTube Makrifat TV.

Foto: Tigor Otadan (YouTube/Makrifat TV)

Lebih lanjut, Tigor mengatakan kalau Kediri memiliki sejarah yang luar biasa untuk mempelajari tentang  berbagai hal yang berkaitan dengan jati dirinya.

“Kediri dari namanya adalah kembali ke diri kita sendiri. Kalau saya sendiri, saya tinggal di sini saya melihatnya sejarahnya Kediri luar biasa. Banyak sekali di mana kita harus belajar jati diri kita harus seperti apa. Misalnya ke beberapa tempat wisata ada goa yang menjadi tempat pertapaan para Dewi Dewi suci dan sebagainya," pungkas Tigor Otadan.

Foto: Mitos Presiden Ke Kediri (99.co)