Terbaek! Kisah Pria Asal Lamongan yang Pulang Kampung Naik Pesawat Bikinan Sendiri, Gimana Caranya?

Terbaek! Kisah Pria Asal Lamongan yang Pulang Kampung Naik Pesawat Bikinan Sendiri, Gimana Caranya?

Orang biasayanya pulang kampung bawa kendaraan sendiri seperti motor atau mobil. Atau kalau tidak ya naik angkutan umum seperti bus, kereta, pesawat. Tapi tidak dengan pria bernama Suyanto.

Pria asal Lamongan ini pulang ke kampung halamannya di Dusun Trongglonggong, Desa Sumberagung, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan dengan pesawat sendiri. Bukan pesawat pribadi seperti Sultan Anggara Raffi Ahmad, melainkan pesawat rakitan sendiri! Gokil gak tuh?

# Membuat Pesawat Jenis STOL

Suyanto diketahui memang bisa membuat pesawat. Jenis pesawatnya adalah STOL (SHort Take-Off and Landing). Pesawat ini ia garap di kampung halaman sang istri, di usun Nambo, Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Suyanto dan pesawat rakitannya (beritajatim.com)

Pria jenius ini mengaku bahwa seluruh proses pembuatan pesawat, mulai dari desain hingga pengerjaan dilakukan Suyanto seorang diri. Sementara untuk bahannya, hampir semuanya didatangkan langsung dari luar negeri.

Suyanto juga mengungkapkan bahwa pesawatnya tersebut ia bawa pulang dengan diangkut menggunakan truk. Bagian-bagian pesawat seperti sayap, baling-baling, hingga rodanya dilepas agar lebih mudah saat diangkut ke truk. “Sebenarnya pesawat ini tiba di sini, pada hari Minggu kemarin,” ujar Suyanto, saat ditemui wartawan di rumahnya.

# Akan Diresmikan TNI AU

Pesawat STOL rakitan Suyanto (jabar.tribunnews.com)

Tak hanya untuk dibawa pulang ke Lamongan, pesawat ini rencananya juga akan diresmikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) di tanah kelahirannya.

“Ini pesawat milik TNI AU. Rencananya akan diresmikan Kasau bulan Januari. Karena saya orang asli Lamongan, jadi saya merasa terpanggil. Jadi tidak ada salahnya saya terjun ke Lamongan,” ungkap bapak dua anak tersebut.

Suyanto menjelaskan, pesawat jenis STOL buatannya itu memiliki 2 kursi penumpang dan mampu terbang dengan kecepatan maksimal 200 kilometer per jam. “Untuk kapasitas bahan bakarnya 80 liter. Durasi terbang kurang lebih 4 jam penerbangan,” terangnya.

Menurut Suyanto, pesawat yang dibawa pulang itu sudah siap terbang, tinggal menunggu uji kelaikan dan pembuatan identitas pesawat. “Saat ini semuanya masih dalam proses,” tambah Suyanto.

Antusiasme warga ingin melihat pesawat rakitan Suyanto (independensi.com)