Mengenal Lebih Dekat Ajaran Shintoisme, Ajaran Keagamaan Asli Dari Jepang

Mengenal Lebih Dekat Ajaran Shintoisme, Ajaran Keagamaan Asli Dari Jepang

Jepang memiliki agama sendiri yang asli lahir di tanah jepang, yakni agama Shinto. Ajaran ini merupakan asli ajaran dari jepang yang masih melekat hingga saat ini.

Peneganut agama Shintoisme melakukan ibadah di kuil-kuil shinto yang tersebar di seluruh Jepang. Sebagian besar dewa-dewa Shinto adalah alam, contohnya dewa gunung, dewa matahari, dan sebagainya. Negara Jepang rentan dengan bencana alam seperti gempa bumi, angin topan, dan lainnya.

Yuk kita langsung aja kenalan dengan ajaran asli negeri samurai ini!

1. Awal mula

Shintoisme diperkirakan lahir pada tahun 200 SM, tetapi tidak diketahui persis kapan waktu tepatnya. Shinto berangsur-angsur mulai berkembang ke seluruh Jepang dan kemudian dilembagakan sebagai agama yang disebut dengan Shintoisme.

2. Kebajikan Shintoisme

https://i.pinimg.com/originals/

Ajaran kebajikan Shinto dikenal sebagai jyoumei Seichoku, yang merupakan sebuah singkatan dan dapat dibagi menjadi 4 komponen kebajikan. Jyou artinya bersih, Mei artinya terang, Sei berarti Jujur, Choku artinya jalan yang benar.

3. Politeisme

https://cdn.shopify.com/s/files/

Seperti yang telah dijelaskan di awal artikel, Shintoisme memuja dewa-dewa yang berasal dari alam seperti matahari, bulan, laut, dan gunung. Tetapi ternyata masih banyak lagi loo, bahkan jumlag sampai 8 juta dewa!

Dewa-dewa Shintoisme mencakup jangkauan yang sangat luas, seperti leluhur keluarga, wilayah, orang-orang yang meninggal secara tragis atau orang yang membuat prestasi besar bagi dunia, dewa-dewa kuno dari kisah-kisah lama, alam itu sendiri, cuaca, daerah, dan sebagainya.

4. Mendewakan Manusia

https://i.pinimg.com/originals/

Ketika suatu sosok manusia meninggal dengan cara yang tragis, mereka diyakini akan menyimpan dendam kepada dunia dan akan membelas dendam kematiannya dengan menyebabkan kerusakan di dunia.

Untuk mencegah hal ini terjadi, orang-orang menyembah mereka sebagai dewa dalam agama Shinto. Selain itu, orang-orang yang telah melakukan kebaikan untuk Jepang juga dapat disembah.

5. Tidak ada kitab

https://images.saymedia-content.com/.image/

Dikarenakan agama Shinto bermula dari kepercayaan masyarakat dan pemujaan alam di desa-desa kecil maka tidak ada kitab suci seperti Alkitab pada agama Kristen atau Al-Qur'an pada agama Islam.

https://tibet.net/wp-content/uploads/