Ini Dia 4 Fakta Soal Microsleep, Bahaya Jika Sambil Mengemudi!

Ini Dia 4 Fakta Soal Microsleep, Bahaya Jika Sambil Mengemudi!

Tragedi kecelakaan yang menimpa pasangan artis Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah diduga terjadi lantaran supir yang mengantuk. Hal ini juga seringkali disebut dengan istilah microsleep, alias kondisi saat seseorang tertidur dalam beberapa detik.

Dikutip dari Healthline, berikut adalah penjelasan lengkap soal apa itu microsleep dan bagaimana cara mencegahnya. Yuk, simak!

# Apa itu microsleep 

Microsleep dikenal sebagai kondisi saat seseorang kehilangan kesadaran akibat rasa kantuk yang tak bisa ditahan. Kondisi ini membuat seseorang menjadi tertidur secara tiba-tiba dan hanya dalam hitungan detik saja.

Microsleep bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Entah itu saat melakukan aktivitas penting, seperti saat mengemudi atau bekerja yang bisa berakibat fatal.

# Penyebab Microsleep

Pemicu terjadinya microsleep tentunya dikarenakan kurang tidur. Nah, kurangnya kualitas tidur akan berdampak pada aktivitas sehari-hari.

Dari sisi ilmu pengetahuan, penyebab microsleep biasanya diakibatkan karena otak yang tak bisa bertahan di tengah perasaan lelah dan kondisi harus terjaga. Pada situasi ini, tak semua bagian otak tertidur. Sehingga masih bisa terjaga beberapa detik atau menit kemudian.

# Gejala microsleep dan kapan harus waspada  

Fakta-fakta seputar microsleep dan mengapa berbahaya jika terjadi saat berkendara (via idntimes.com)

Kita mesti waspada pada gejala microsleep seperti tatapan mata yang mulai kosong, berkedip lambat, menguap berlebihan, mata berair, dan mata yang terasa berat.

Selain itu, microsleep juga bisa terjadi dalam keadaan mata terbuka, terutama saat sedang berkendara. Mata memang terbuka, namun kesadarannya sudah hilang sehingga ini jelas berbahaya.

# Cara mencegah microsleep

Fakta-fakta seputar microsleep dan mengapa berbahaya jika terjadi saat berkendara (via idntimes.com)

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah microsleep, seperti menepikan kendaraan ketika sudah merasa lelah dan mengantuk.

Beristirahatlah setidaknya 15 hingga 30 menit. Atau alternatifnya adalah dengan melakukan stretching sebelum melanjutkan perjalanan. 

Akan lebih baik lagi jika sebelum memulai perjalanan, kamu memiliki waktu tidur yang cukup setidaknya 7 hingga 9 jam. Hindari berkendara jarak jauh di malam hari, karena kamu telah terbiasa tidur di waktu malam.

Selain itu, kamu juga bisa mencari pendamping yang membantumu mengingatkan saat berkemudi jarak jauh. Ajaklah komunikasi atau menyetel musik dengan irama cepat agar tetap bisa fokus berkendara.

Fakta-fakta seputar microsleep dan mengapa berbahaya jika terjadi saat berkendara (via idntimes.com)