Buat kamu para wanita, mungkin kamu pernah mengalami saat jerawat tumbuh di area yang sensitif, seperti vagina. Nah, kira-kira apa sih jerawat vagina itu? Dan mengapa jerawat bisa muncul di area tersebut?
Perlu diketahui bahwa jerawat yang muncul di area genital perempuan atau vagina bisa dikarenakan berbagai faktor. Tapi jangan khawatir. Jerawat vagina bukanlah kondisi yang membahayakan, kok.
Ciri-ciri Jerawat Pada Vagina
Seringkali ketika jerawat muncul di area vagina, kamu akan merasa risih dan tidak nyaman. Jerawat pada vagina ini biasanya berbentuk folikulitis atau terjadi akibat peradangan di sekitar folikel rambut.
Tapi bisa juga berupa pustula atau benjolan nanah, kemerahan papila yang meradang atau bahkan kista.
Nah, hormon dalam tubuhmu juga bisa berperan pada munculnya jerawat ini, sama halnya dengan jerawat yang ada pada wajah.
Sebab, kulit sensitif di vagina juga bisa rentan terhadap komedo, persis seperti pori-pori wajah yang tersumbat. Selain itu, seorang ahli pernah menjelaskan bahwa jerawat vagina bisa muncul ketika kotoran, keringat, dan bakteri menumpuk di pori-pori vagina yang akhirnya memicu peradangan.
Ilustrasi Miss V (healthline.com)
Bisa juga karena iritasi atau akibat panas yang berlebih. Umumnya, ketika kita berada di cuaca yang panas, lalu berolahraga, berenang dan tersengat panasnya matahari tanpa mandi setelahnya, nah disinilah pori-pori vagina dapat tersumbat.
Di samping itu, jerawat di vagina juga bisa dikarenakan adanya dermatitis kontak atau peradangan kulit karena terpapar dengan zat tertentu. Misalnya paparan dari krim, deterjen, parfum, pembalut, lotion atau apa pun yang bersentuhan langsung dengan vagina kamu.
Ilustrasi Miss V (healthline.com)
Penyumbatan dari panas, keringat serta pakaian yang ketat, juga bisa menjadi penyebab jerawat atau kista di area vagina. Maka itu, untuk mencegahnya, kamu bisa melakukan beberapa hal seperti:
Menghindari pakaian yang terlalu ketat dan pilihlah bahan jenis katun.
Jika jerawat timbul, jangan menyentuhnya terlalu sering.
Jangan menggunakan air panas ketika mandi.
Hindari penggunaan sabun wangi saat mandi.
Konsultasikan ke ahli atau dokter mengenai produk menstruasi apa yang aman digunakan.
Ilustrasi pembalut (hellosehat.com)