Arab Saudi dan Perancis Sepakati Kerja Sama, Nilainya Rp 247 Triliun

Kerja sama dilakukan untuk menyokong sektor pertahanan Arab Saudi.

Putra Mahkota Kerajaan Saudi Arabia Pangeran Mohammed bin Salman baru saja meneken kontrak kesepakatan ekonomi. Nilainya cukup fantastis, lebih dari 18 miliar dollar AS, setara dengan Rp 247,7 triliun.

Kunjungan Pangeran Mohammed ke Paris disambut Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Perancis, Selasa (10/4/2018) lalu. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka tur bisnisnya setelah pangeran ini melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.

Media di Arab Saudi tidak memberikan rincian kesepakatan yang berjumlah 20 itu. Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa kerja sama itu mungkin termasuk pembelian peralatan militer.

Di samping itu, perusahaan minyak Aramco juga mengumumkan kesepakatan dengan perusahaan minyak Perancis seperti Total, Suez, dan Technip.

Presiden Macron mengungkap bahwa ia membela kebijakan penjualan senjata kepada koalisi Saudi yang berperang di Yaman. Ia turut prihatin dengan krisi kemanusiaan di Yaman akibat perang.

Di lain pihak, Presiden Macron mendapat tekanan kuat dari global agar menghentikan dukungan persenjataan militer kepada Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang memimpin koalisi untuk melawan kelompok Houthi di Yaman. 

Sebanyak 75 persen warga Perancis juga menginginkan Macron menangguhkan ekspor senjata ke Saudi dan UEA. Sebab, konflik di Yaman telah memakan 10.000 lebih korban jiwa, sementara tiga juta warganya mengungsi.

Pangeran Mohammed juga akan mengunjungi Raja Spanyol Felipe VI Kamis pagi ini. Agendanya adalah juga menandatangani sejumlah kerja sama di bidang kebudayaan, sains, transportasi udara, serta pertahanan.