Banyak pihak kembali mempertanyakan kesejahteraan wasit Indonesia. Bagaimanapun juga, wasit memiliki peran penting dalam dunia sepakbola. Termasuk wasit-wasit di Indonesia.
Sejumlah pihak menyebut wasit di Indonesia tidak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan jumlah pertandingan yang akan dipimpin. Beberapa wasit di Liga 1 dan Liga 2 biasanya hanya memimpin kurang dari lima pertandingan dan satu kompetisi.
Selain itu, para wasit di Indonesia juga msih mendapatkan bayaran yang sangat kecil. Ternyata sistem pembayaran upah wasit dihitung berdasarkan jumlah pertandingan yang mereka pimpin.
Kalo begitu, berarti wasit yang hanya ditugaskan satu-dua laga dalam satu musim jelas jauh dari kata 'sejahtera'. Makanya, kesejahteraan wasit Indonesia terus dipertanyakan.
Wasit Liga 2 Muhammad Irham mengatakan bahwa dia bisa memimpin tiga atau empat pertandingan dalam satu musim. Tapi dia tak pernah tau akan bertugas berapa kali.
"Karena dalam satu musim kompetisi, kami tidak pernah tahu tugas berapa kali, dan antara wasit satu dan yang lain tentunya berbeda-beda. Teman di Liga 1 curhat ke saya ada yang empat kali, ada yang cuma tiga kali memimpin dalam semusim," kata Irham.
Gimana dengan kesejahteraan wasit Indonesia? (pssi.org)
Maka dari itu, kesejahteraan wasit Indonesia tak bisa dipukul rata. Muhammad Irham sendiri harus mencukupi kebutuhab hidupnya dengan sedikit terpaksa. Kisahnya pun berbeda dengan wasit lain sseperti iwan Sukoco, wasit Liga 1.
Iwan Sukoco mengaku masih mendapatkan gaji dari kantor. Karena itu, dia tak begitu bergantung pada bayaran yang didapatnya saat memimpin laga.
Kesejahteraan wasit Indonesia yang dipertanyakan orang-orang itu juga tampak dari ketimpangan gaji yang diterima. Wasit ternyata memiliki "kasta" yang berbeda-beda.
Wasit tengah dibayar Rp5 juta per pertandingan. Sedangkan asisten wasit dibayar Rp2,5-3 juta per pertandingan. Tapi itu baru wasit di Liga 1 loh. Wasit Liga 2 mendapatkan Rp3 juta per pertandingan.
Kesejahteraannya masih di bawah standar dan penuh ketimpangan (republika.co.id)
Sementara wasit Liga 3 mendapatkan bayaran yang lebih kecil lagi. Nominal upah wasit Liga 3 bahkan beda-beda. Upah wasit Liga 3 itu diberikan langsung oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) yang satu pertandingannya dibayar Rp400 ribu.
Bahkan nominal dari setiap Asprov juga berbeda-beda.
Itulah realitas kesejahteraan wasit Indonesia yang masih penuh dengan ketimpangan dan di bawah standar. Padahal sepakbola sendiri adalah salah satu cabang olahraga yang bergengsi di Tanah Air.
Gaji wasit tergolong masih kecil (vivagoal.com)