Gak Nyangka, Ternyata Bahan Perekat Batu-Batu di Tembok China Bukan Semen atau Tanah Liat, Tapi Nasi Ketan!

Kalian tentu sudah tidak asing dengan salah satu keajaiban dunia Warisan Dunia UNESCO yang ada di Negeri Tirai Bambu.

Yup! Tembok Besar China yang dibangun pada abad ke-7 ini merupakan tembok legendaris yang butuh proses selama 2.500 tahun untuk membuatnya. 

Pada waktu itu, tembok besar ini didirikan di masa Dinasti Zhou di sebuah negara hegemon yang dikenal dengan nama Chu.

 

Tembok ini dibangun untuk menjadi benteng yang melindungi diri dan jalur sutra dari invasi musuh. Sedihnya, ada ribuan orang yang harus tewas dalam proses pembangunannya.

Sampai saat ini, ada beberapa bagian yang masih bertahan, yaitu berasal dari Dinasti Ming (1368-1644). Kawasan tersebut memiliki panjang sekitar 8.851km. Padahal ukuran aslinya adalah 21.19 juta meter.

Sudah berdiri selama ratusan tahun dan masih kokoh berdiri. Kira-kira apa rahasianya ya? Mau Tahu? Ini Dia rahasianya!

# Rahasia Kokohnya Tembok Besar China

Kalian mungkin tidak mengira bahwa kokohnya tembok China berasal dari nasi ketan yang jadi perekat batu-batunya, kan? 

Gagahnya temboh besar China (kumparan.com)

Namun memang begitulah realitasnya. Dikutip dari Ripleys, tembok legendaris ini memang dibuat dari nasi beras ketan untuk menggantikan fungsi semen.

Nasi ketan pada zaman itu memang merupakan salah satu inovasi teknologi terbesar di zaman Dinasti Ming. 

# Mortar yang Sama untuk Bangunan Penting Lainnya

Ternyata Tidak Hanya untuk Tembok Besar China Saja nasi beras ketan itu digunakan. Sebab para insinyur dan arsitek dari DInati Ming juga menggunakan nasi beras ketan untuk membuat mortar bangunan-bangunan penting yang lain. Seperti makam, tembok kota, dan pagoda.

Istimewanya, bangunan-bangunan yang menggunan mortar nasi ketan ini justru tahan terhadap gempa bumi lho! Itu artinya, mortar dari nasi ketan lebih kuat dan tahan lama dibanding kapur murni. 

Ujung tembok besar China (diadona.id)

# Berdasalkan Hasil Penelitian

Berdasar Penelitian Universitas Zhejian, Bingjian Zhand, Ph.D. Komposisi kimia dari mortar era Ming adalah karbohidrat kompleks dan amilopektin.

Nah ketika bercampur dengan campuran mortar lainnya, amilopektin kemudian akan mengontrol pertumbuhan kristal kalsium karbonat, jadi bisa lebih rapat. Campuran tersebut bisa tahan air, sehingga dapat mempertahankan bentuk bangunan.

Tidak hanya itu, seiring waktu, mortar jenis ini justru akan membuat semakin kuat. Mortar nasi ketan juga dianggap sebagai alternatif yang lebih otentik dan alternatif.

Tuh ges, teknologi zaman dulu gak kalah kan dengan teknologi bangunan zaman sekarang. Warga Tiongkok patut bangga. 

Bagian tembok yang hancur karena longsor (wowkeren.com)