Kisah Horor: Susuk Pemikat Mba Imar

Kisah Horor: Susuk Pemikat Mba Imar
Ilustrasi (Twitter @OmRast)

Imar mengambil satu lalu mulai memakan nya.

"Emm..enak sekali bu."kata Imar memberi pujian

Bu haya tersenyum senang mendengar pujian itu.

"Saya kemari sebenarnya mau menanyakan tentang Susuk yang ibu bicarakan tadi sewaktu kita makan di sawah itu bu."ucap Imar jujur

"Oh itu."

"Iya bu,saya mau sekali memasang susuk,agar orang2 tidak lagi menghina saya,saya sudah bosan bu dihina terus."ujar marhamah sambil menyapu

Air matanya yang tiba2 sudah mengalir itu.

Bu haya menggenggam tangan marhamah sambil berkata.

"Jika kamu serius,besok akan aku antar ke rumah dukun itu.aku pun dulu pernah merasakan rasanya dihina sepertimu mar."kata bu haya

Singkat cerita.

Keesokan harinya pagi pagi sekali Imar sudah berangkat menuju rumah Bu haya.

Ditengah perjalanan dia kembali bertemu dengan sekumpulan pemuda.

Saat melihat Imar pemuda2 itu mulai mengejek dan menghina dengan perkataan kasar.

Serta mereka juga mulai mengancam Imar agar tidak boleh lagi melewati jalanan itu.

"Kalian itu maunya apa sih.?!

Padahal selama ini aku tidak pernah membuat masalah pada kalian semua.!"bentak Imar mulai kehilangan kesabaran nya.

Namun percuma saja,Mereka malah menertawakan Imar.

Dengan hati kesal dan marah Imar melanjutkan perjalanan nya.

"Kalau aku berhasil,kalian semualah yang akan ku perbudak. Nantinya.!"batin Imar,tak terasa air matanya mulai menetes lagi.

Dan Sesampainya di depan rumah Bu haya,dia duduk menunggu diluar rumah karena sepertinya bu haya dan keluarga nya belum bangun.

Setelah beberapa saat menunggu,terdengar suara Imam dari dalam yang sedang membangunkan ibunya,menanyakan sesuatu barang miliknya yang disimpan bu haya

Setelah itu terdengar suara bu haya yang membuka pintu rumah sambil mengomel pada imam.

"Gimana sih,mencari handuk saja harus membangunkan mama!"omel bu haya kesal

"Eh,astaga Imar.apa kamu sudah lama disitu.?

Kenapa tidak ketuk pintu saja.?"kata bu haya saat sadar bahwa

Ada Imar yang sedang duduk di serambi rumahnya itu.

"Takut mengganggu."jawab Imar sambil tersenyum

"Ah,tidak.ayo sini masuk."ajak bu haya

Bu haya menyuruh Imar duduk didalam rumah,sementara dia sibuk menyediakan makanan untuk anaknya yang akan berangkat sekolah.

Beberapa saat setelah selesai,bu haya langsung mandi dan berpakaian karena memang Hari itu dia akan berangkat kerumah dukun pemasang susuk

Menemani Imar.

"Kau sudah makan mar.?"tanya bu haya

Imar langsung mengangguk dengan cepat.

"Sudah."jawab Imar

"Imam,mama berangkat dulu ya."pamit bu haya pada imam yang sedang makan itu.

Imam mengangguk.

Bu haya dan Imar berjalan berdampingan menyeberangi jembatan.

"Kira2 prosesnya lama tidak bu.?"tanya Imar pada bu haya

"Iya,di tempat dukun itu sekitar 7 hari sampai 41 hari,tapi lama nya waktu itu tergantung seperti apa permintaanmu."jawab bu aya

Tak ada percakapan lagi setelah itu.

Imar terus membayangkan jika dia sudah dipasangi susuk.

Sambil tersenyum2 dia berjalan mengikuti bu haya.

Sesampainya dijalan besar(dulu itu sudah ada angkutan umum)mereka berdiri di tepi jalan menunggu angkutan umum yang mengarah ke

Ke desa dukun pemasang susuk itu.

Beberapa saat menunggu akhirnya ada sebuah angkutan umum(sebenarnya disini disebut taksi,tapi bukan taxi) setelah semua penumpang naik Angkutan itupun langsung berangkat.

Sekitar 1 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di pinggir sebuah jalan.

Setelah membayar sekitar 2000 rupiah(bukan harga sebenarnya,karena yang sebenarnya itu lebih murah dari yang om sebutkan itu),mereka pun turun lalu memasuki jalan kecil yang terdapat disisi jalan besar.

"Itu jalanan menuju kerumah dukun yang akan kita temui."ujar bu haya sambil memasukkan daun sirih kedalam mulutnya.

Jalanan itu sepi.

Dan setelah melewati jalan setapak sepanjang 2 kilometer itu mereka berdua sampai disebuah pemukiman.

Warga disana terlihat cuek pada tamu.sepanjang perjalanan melewati pemukiman itu tak ada satupun warga yang menyapa mereka berdua.

Hingga sampailah mereka di sebuah rumah kecil yang berada diujung kampung..

Dada Imar tiba2 berdegup kencang saat dirinya mulai menginjakan kakinya ke serambi rumah itu.

Bu haya yang mengetahui keraguan Imar itupun langsung membimbing tangan Imar untuk masuk.

"Jangan ragu mar,setelah ini tidak akan ada lagi yang menghinamu."ucap bu haya

Ilustrasi (Liputan6.com)

Seketika hatinya yang tadi mulai ragu,langsung bersemangat setelah mendengar ucapan bu haya.

Saat pintu terbuka,langsung tercium aroma-aroma yang menyesakkan dada Imar.

"Assala...."belum sempat menyelesaikan salamnya tiba-tiba dari arah dalam terdengar bentakan keras.

"Jangan menyebut itu disini.!"bentak suara dari dalam

Imar kaget mendengar bentakan itu.seketika langkahnya terhenti.

"Ayo,masuk saja.tidak apa-apa."bisik bu haya

Dengan tubuh sedikit gemetar Imar memberanikan diri untuk melangkah masuk..

Di dalam rumah itu banyak tergantung kepala-kepala hewan seperti Rusa dll.

Imar sedikit takut menatap pajangan kepala-kepala hewan tersebut.

Tepat berhadapan dengan seorang laki-laki yang sedang mengasap keris

Itu bu haya mengajak Imar duduk.

"Mau pasang susuk.?"tanya lelaki paruh baya itu

"Iya bah."jawab bu haya

"Apa dia sudah yakin.?" tanya dukun susuk itu

Bu haya menoleh ke arah Imar. lalu Imar langsung mengangguk dan menjawab bahwa dia sudah yakin.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"