Prank di Internet, Rumah Seorang YouTuber Dijadikan Shelter Bagi Tunawisma

Sebuah prank dilakukan beberapa orang di internet yang sepertinya menargetkan seorang YouTuber. Tetapi prank ini justru sangat mencederai kaum tunawisma di Los Angeles.

Sejauh ini kita tahu bahwa sebagian besar prank dan lelucon yang berasal dari YouTube itu nggak jelas dan sering berbahaya. YouTube sendiri sudah melakukan berbagai macam usaha agar video yang beris prank hingga challenge (tantangan) berbahaya untuk hilang dari laman mereka.

Tetapi yang namanya orang haus pangakuan, prank dan lelucon semacam ini terus saja mengalir. Seperti yang baru-baru ini diberitakan oleh Los Angeles Daily News, sebuah prank dilakukan oleh sekelompok orang secara online dan menargetkan para tunawisma di Los Angeles.

Prank ini terkesan sangat menjijikkan dan kejam. Sekelompok orang nggak jelas ini membuat penanda di Google Maps yang mangatakan bahwa rumah seorang YouTuber populer Paul Denino, yang lebih dikenal secara online sebagai Ice Poseidon, adalah sebuah shelter atau tempat penampunang sementara bagi para tunawisma di kota tersebut. 

Tujuannya tentu agar para tunawisma di sana mencari rumah ini sehingga Paul akan merasa kebingungan atas mereka. Tidak menghitung bahwa yang paling dirugikan tentu para tunawisma ini. 

Orang-orang di balik prank ini menyebutkan bahwa rumah di Lembah San Fernando tersebut sebagai "Ice Poseidon Homeless Shelter". Dan informasi di Google Maps dibuat sedemikian rupa hingga seolah-olah dilengkapi berbagai macam fasilitas untuk menampung dan memberi makan orang yang membutuhkan. 

Mereka menambahkan foto tempat tidur dan ruang makan besar untuk membuat tempat penampungan itu tampak nyata. Bahkan lebih niatnya lagi orang-orang di balik prank tersebut menambahkan puluhan ulasan di Google. Sangat kasihan bagi para tunawisma yang melihat rumah ini di Goole. Mereka tentu harus melakukan perjalanan jauh ke tempat penampungan hanya untuk ditolak Paul karena rumahnya tentu bukanlah sebuah shelter.

Paul Denino (vice.com)

Denino sendiri mengatakan kepada Los Angeles Daily News bahwa ia telah mencoba membuat listing itu ditarik dari Google Maps. Dan saat ini memang sudah tidak ditemukan lagi. Meskipun bukan untuk menjustifikasi, para penggemar Denino sebenarnya memiliki sejarah bermain prank atau lelucon. Meskipun biasanya untuk mereka sendiri. Seperti memesankan pizza yang tidak diharapkan ke rumahnya dan bahkan sampai melakukan praktik swatting. Yang terakhir ini sangatlah berbahaya karena melibatkan penegak hukum untuk datang ke rumah seseorang dengan alasan palsu.

Kondisi tunawisma Los Angeles (latimes.com)