Sebenarnya, Boleh Nggak Sih Kita Ngecek Ponsel Pasangan?

Sebenernya, boleh nggak sih kita ngecek-ngecek ponsel pasangan? Kan bikin penasaran tuh ....

Selalu ada aja rasa penasaran untuk ngecek-ngecek ponsel pasangan kita. Soalnya, emang cuma benda canggih ini aja yang nyaris nggak pernah lepas dari aktivitas sehari-hari.

Karena digunakan sehari-hari, ponsel yang selalu ada di tangan kita pasti berisi privasi yang cuma boleh kita aja yang tau. Makanya, jangan buka-buka ponsel orang sembarangan. Apalagi cuma karena kepo banget pengen tau isinya, termasuk ponsel pasangan kita.

Claudia Luiz, seorang psikolog, mengatakan bahwa mengintip telepon seseorang adalah bentuk dari pelanggaran privasi.

"Tapi, ini bisa menjadi hal yang membingungkan ketika pemilik ponsel tersebut adalah orang yang benar-benar dekat dengan kita," kata Claudia, seperti dikutip dari Kompas.com.

Meski begitu, lanjut Claudia, mengintip atau memeriksa secara diam-diam ponsel pasangan adalah hal yang serupa dengan melakukan kebohongan demi menghindari konflik (*catet nih gengs!). Jadi, harusnya kita benar-benar berhenti memeriksa ponsel pasangan secara diam-diam.

Siapa nih yang suka ngecek-ngecek ponsel pasangannya? (shutterstock.com)

Laurel House, seorang pakar perkencanan, juga setuju akan hal ini. Dalam banyak kasus, menurut House, nggak masalah sih kalo kita melakukannya. Tapi, munculnya keinginan untuk melakukannya bisa jadi pertanda adanya masalah kepercayaan dalam hubungan tersebut.

"Melihat telepon pasangan menunjukkan ketidakpercayaan dan rasa tidak aman, dan itu dibangun dengan sendirinya, bahkan mungkin menjadi obsesi," kata House.

House mengatakan pula bahwa kita selalu bisa meneukan sesuatu yang salah dari ponsel pasangan. Namun, semua kesalahan itu sebenarnya berasal dari asumsi dan karangan kita aja gengs.

Padahal kalo kalian membiarkan hal ini ya buruk juga lho (shutterstock.com)

Di lain pihak, rasa ingin tau pada isi ponsel pacar kita adalah proyeksi dari diri kita sendiri.

"Seringkali orang yang mencurigai sesuatu yang tidak pantas terjadi adalah orang yang sebenarnya melakukan tindakan yang tidak pantas itu. Pikiran itu datang karena tindakan mereka sendiri," kata House.

Nah, kalo pasangan terlalu sering menatap ponselnya, kita pasti bertanya-tanya kan tuh dengan siapa dia berkomunikasi. Atau, apa yang sedang dilihatnya di ponselnya itu.

Saat momen itu terjadi, kata House, firasat kita pasti mengatakan jika ada sesuatu yang salah. Inilah saatnya untuk segera mendiskusikan langsung dengan doi gengs.

Kayaknya lagi gak beres tuh hubungan kalian (shutterstock.com)

Jika ternyata ini bukan proyeksi diri kita dan kecurigaan karena perilaku pasangan, House menyarankan kita untuk segera berhenti ngecek-ngecek ponsel pasangan kita. Katanya, "Anda harus membuat keputusan untuk percaya. Ya, buat keputusan. Saling percaya dan berdedikasi untuk hubungan adalah penting."

Di sisi lain, ada alasan yang emang membuat kita dan pasangan boleh saling memeriksa isi ponsel. Misalnya untuk alasan transparansi atau keterbukaan dalam hubungan demi menghindari perselingkuhan.

"Satu-satunya alasan yang masuk akal untuk saling melihat ponsel adalah untuk menghindari perselingkuhan ketika ingin mewujudkan keterbukaan sepenuhnya dalam hubungan," kata House.

Ini soal privasi dan saling percaya dalam hubungan kalian gengs (shutterstock.com)

Namun sebelumnya, hal ini helas harus dikomunikasikan terlebih dahulu, disepakati bersama. Nggak boleh ada dendam atau kemarahan saat melakukannya. Kalo kalian ingin hubungan asmara berjalan lancar, kita dan pasangan harus memiliki komitmen yang sama, jujur, dan komunikatif.

Hal terpenting dalam hal ini adalah ... kita nggak boleh memeriksa ponsel pasangan tanpa izin darinya. Jika merasa ingin melakukannya, maka sebaiknya kalian mengevaluasi kembali hubungan asmara yang sedang kalian jalani.

Ini bisa jadi pertanda ada masalah serius dalam hubungan tersebut. Jika cuman pengin tau doang, mendingan kalian komunikasikan aja hal itu dengan pasangan kalian. Mungkin mereka akan mengizinkan kita untuk ngecek-ngecek sampe akhirnya nanya-nanya hal-hal yang privasi deh.

Ngecek boleh aja, tapi pake persetujuan dulu ya (shutterstock.com)