Wujud Nyata Toleransi, 5 Tempat Ibadah di Bali dari Berbagai Agama di Satu Tempat

Pengin lihat secara nyata kalau umat beragama di Indonesia bisa saling toleransi dan beribadah sesuai agama masing-masing dengan tenang? Coba aja datang ke Pusat Peribadatan Puja Mandala, 5 tempat ibadah di Bali.

Di Bali, ada satu area yang punya lima tempat ibadah sekaligus, lho, namanya Pusat Peribadatan Puja Mandala di Nusa Dua. Tempat ini rasanya benar-benar perwujudan dari toleransi nyata umat beragama karena 5 tempat ibadah di Bali jadi satu. Suasananya tenang dan damai. Orang dari berbagai agama bisa ibadah di sini dengan tenang. 

Apa aja sih rumah ibadah yang ada di komplek Pusat Peribadatan Puja Mandala?

Masjid Agung Ibnu Batutah

Tempat ibadah yang pertama adalah Masjid Agung Ibnu Batutah yang dibangun di dekat pura dan gereja. Uniknya, kalau kalian lagi di masjid ini, sudah jadi hal biasa kalau bisa mendengar kumandang adzan, bersamaan dengan lonceng gereja, dan kidung Hindu.

Masjid Agung Ibnu Batutah terdiri dari tiga lantai yang difungsikan sebagai pusat keagamaan, ruang ibadah, dan sarana kegiatan sosial masyarakat, misalnya untuk pertemuan, pendidikan Al-Quran, atau, kegiatan umat muslim lain.

Bagian luar masjid (masjidibnubatutahbali.com)

Paroki Maria Bunda Segala Bangsa

Bergeser ke sebelahnya, yaitu Paroki Maria Bunda Segala Bangsa yang merupakan gereja katolik. Seperti gereja pada umumnya, bangunan ini juga punya menara tunggal. Dan di antara semua tempat ibadah, gereja inilah yang pertama kali dibangun lho. 

Buat kamu yang beragama Katolik, wajib coba mampir dan beribadah di gereja ini untuk merasakan sendiri keunikannya berada di tengah-tengah rumah ibadah dari agama lain. Sebab, bukan nggak mungkin kamu akan mendengar suara adzan di tengah beribadah.

Gereja katolik (hidupkatolik.com)

Vihara Buddha Guna

Dari luar, banyak patung menghiasi Vihara Buddha Guna ini, mulai dari patung gajah putih, naga putih, dan tentunya patung Buddha. Vihara ini didominasi warna putih dan emas yang menjadikannya makin istimewa dan tampak megah.

Vihara tampak luar (wihara.org)

Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Doa

Selain gereja Katolik, di sini juga ada gereja protestan, yaitu Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Doa. Di samping gereja, terdapat menara khas Bali, yang disebut Bale Kulkul. Untuk masuk ke bagian dalam gereja, kamu harus naik tangga terlebih dahulu sampai menemukan pintu utama yang terbuat dari kayu bergaya Bali berukirkan Yesus yang tengah membasuh kaki kedua belas para rasul. 

Di dalam gereja, ada banyak pilar putih dengan ukiran khas Bali. Sedangkan pada bagian belakang altar, kamu bisa lihat ukiran mirip gunungan di wayang kulit. Pada bagian atasnya, ada ukiran dua malaikat yang saling berhadapan, juga ada ukiran burung merpati putih yang melambangkan Roh Kudus.

Gereja protestan yang kental unsur budaya Bali (klikhotel.com)

Pura Jagatnatha

jPura aganatha sama seperti kebanyakan pura lain yang ada di Bali, yaitu posisi bangunan menghadap ke barat Gunung Agung. Umat Hindu percaya bahwa di puncak Gunung Agung tersebut terdapat istana para dewa. 

Untuk pura ini sendiri, dibuat sebagai tempat pemujaan kepada Sang Hyang Widhi atau Tuhan Yang Maha Esa. Di sini, umat Hindu akan mengucap syukur karena Tuhan telah ciptakan alam semesta beserta isinya.

Pura Agung Jagatnatha punya pelinggih atau tempat suci bersemayam Hyang, yaitu pelinggih Padmasana yang menjulang tinggi mencapai sekitar 15 meter. Di puncaknya, ada gambar acintya, simbol atau perwujudan dari kemahakuasaan Tuhan. Di pura ini juga terdapat Bale Kulkul, Pamiyosan, Bale Paselang, Bale Gong, Candi Bentar, dan Kori Agung.

Itulah 5 tempat ibadah di Bali yang merupakan perwujudan dari toleransi.

Pura (baliweathermapinfo.blogspot.com)