Lagi Musim, Apa Perbedaan Flu A dan Flu B?

Lagi Musim, Apa Perbedaan Flu A dan Flu B?

Virus influenza yang paling umum menyerang manusia adalah flu A dan flu B. Meskipun keduanya memiliki gejala yang mirip dan cara pengobatan yang sama, terdapat perbedaan di antara keduanya, termasuk seberapa serius virus tersebut dapat terjadi pada populasi yang berbeda.

Meski sama-sama merupakan jenis virus influenza, namun keduanya berbeda dalam hal penyebarannya. Untuk tahu lebih lanjut soal perbedaan kedua jenis flu ini, yuk baca artikel ini sampai selesai!

Perbedaan Flu A dan Flu B

Ada beberapa perbedaan antara flu A dan flu B, yaitu:

1. Flu A jauh lebih umum (biasanya 75% dari total kasus influenza) dibandingkan flu B.

2. Baik flu A maupun flu B dapat menyebabkan wabah dan epidemi, namun hanya flu A yang menyebabkan pandemi. (Dalam suatu epidemi, penyebaran suatu penyakit pada umumnya dapat dikendalikan dan dapat diprediksi; dalam suatu pandemi, penyebarannya tidak dapat dikendalikan dan dapat meluas ke seluruh dunia.)

3. Flu A lebih parah pada orang dewasa.

4. Flu B lebih sering terjadi pada anak-anak, dan meskipun umumnya ringan hingga sedang pada anak-anak yang sehat, penyakit ini bisa lebih parah pada anak-anak di bawah usia 5 tahun (mungkin karena paparan sebelumnya yang lebih sedikit sehingga kekebalan tubuh lebih rendah).

5. Flu A cenderung muncul lebih awal pada musim flu (Januari dan Februari), sedangkan flu B umumnya terjadi kemudian (Februari dan Maret).

6. Flu A dapat berpindah dari hewan, termasuk burung, ke manusia, sedangkan flu B hanya menular pada manusia.

7. Flu A bermutasi lebih cepat dibandingkan flu B, sehingga lebih sulit untuk membuat vaksin yang tetap efektif.

Gejala Flu A dan Flu B

Vaksin influenza (alodokter.com)

Flu A dan flu B memiliki gejala serupa. Tingkat keparahannya bervariasi, mulai dari ringan pada banyak orang hingga parah pada beberapa orang yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi, termasuk orang hamil, orang dewasa di atas usia 64 tahun, anak-anak di bawah usia 5 tahun (terutama bayi), dan orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Influenza pada bayi kemungkinan besar disebabkan oleh flu A, sedangkan flu B sering terjadi pada anak usia sekolah. Pada sebagian besar anak sehat, flu A dan B memiliki gejala ringan hingga sedang. Namun pada anak di bawah usia 5 tahun, gejala flu B bisa menjadi lebih serius. Pada orang dewasa, flu A bisa menjadi lebih parah.

Gejala flu untuk A dan B cenderung dimulai dengan demam yang tiba-tiba dan kemudian berkembang hingga mencakup gejala lainnya.

Gejala awal lainnya meliputi:

1. Batuk kering

2. Pilek

3. Sakit tenggorokan

4. Pegal-pegal

5. Sakit kepala

6. Kelelahan

Ketika anak kecil tertular influenza, mereka mungkin mengalami mual, muntah, atau diare selain gejala pernafasan.

Gejala flu umumnya berlangsung dari beberapa hari hingga sekitar satu atau dua minggu. Namun pada beberapa orang dalam kelompok risiko tinggi, flu bisa menjadi cukup serius sehingga memerlukan rawat inap. Dalam beberapa kasus, hal ini bisa berakibat fatal.

Kematian di Amerika Serikat akibat influenza dari tahun 2010 hingga 2020 berkisar antara 12.000 hingga 52.000 per tahun. Rawat inap yang terkait dengan influenza berkisar antara 140.000 hingga lebih dari 700.000 per tahun pada periode yang sama.

Antigen rapid test (dyonmedical.com)