Resesi dan krisis ekonomi diprediksi bakal terjadi di beberapa negara di dunia, salah satunya Indonesia.
Hal ini sendiri sudah diramal oleh Prabu Jayabaya soal sesuatu yang bakal terjadi di Indonesia. Prabu Jayabaya sendiri merupakan raja di Kerajaan Panjalu Kediri, dimana beliau lah yang membawa masa kejayaan.
Lantas seperti apakah ramalan Prabu Jayabaya tentang sesuatu yang akan terjadi di tahun 2023?
1. Inflasi dan Resesi
Jayabaya mengatakan ‘wong golek pangan koyo gabah’ yang diartikan jika banyak orang yang akan kelabakan untuk mencari penghidupannya.
Hal ini digambarkan dengan kondisi ekonomi tahun 2023 yang merupakan pasar ilang kumandang.
Pasar di sini tak cuma membahas pasar secara fisik, tapi juga digital, dimana aktivitas jual beli akan menurun.
Sepinya pasar terjadi karena orang-orang akan lebih nyaman dalam memegang uang cash. Mereka akan menyetop segala belanjaan dan hanya membeli yang dibutuhkan saja.
Selain itu, ia juga meramal soal ekonomi di tahun 2023 yakni ‘akeh wong nyekel Bondo nanging uripe sengsara’.
Bagaimana bisa orang bakal sengsara jika hidupnya bergelimang harta kecuali uang dan hartanya itu tak digunakan untuk membeli.
Ilustrasi perekonomian (kompas)
2. Situasi politik nasional dan global
Kondisi perpolitikan dunia dan di dalam negeri yang semakin panas. Menurut ramalan Jayabaya berbunyi besok Yen ono peperangan teko Soko Wetan Kulon Kidul.
Selanjutnya adalah kondisi politik dunia dan dalam negeri yang semakin panas. Ia menjelaskan ‘besok Yen ono peperangan teko Soko Wetan Kulon Kidul’. Semua ini diwali dengan perang Ukraina dan Rusia yang dikabarkan akan semakin menyebar.
Ia juga menjelaskan jika dalam ramalannya itu berupa ‘ono peperangan ing Jero amargo salah paham.
Artinya akan ada perang saudara karena pembesarnya banyak yang salah paham.
3. Kondisi Alam
Di bukunya juga menjelaskan soal kondisi cuaca yang semakin gersang dan banyaknya terjadi banjir bandang. Para indigo tanah air pun juga meramal soal bencana alam yang didominasi dengan elemen air batu dan juga api.
Beberapa juga menyebutkan soal terjadinya erupsi pada gunung-gunung berapi tertentu. Hal ini terkait perubahan iklim dan cuaca yang menyebabkan bencana alam.
Ramalan itu berbunyi bumi soyo mengkeret dan juga banjir bandang ono Ning ngendi ngendi gunung njebluk tan anjarwani tan angin Peni.
Artinya, kondisi bumi akan semakin menyusut dan akan banyak banjir maupun gunung meletus yang menandakan fenomena alam tak biasa.
Dalam kata-katanya yang berbunyi akeh Udan salamongso atau banyak hujan di musim yang salah di mana artinya keseimbangan alam semesta sudah terganggu.
Ilustrasi bencana alam (republika)
4. Teknologi Makin Pesat
Diramalkan jika kehidupan manusia di masa depan adanya sebagian besar populasi manusia yang cuma terpaku pada layar kecil atau handphone. Ia meramalkan akeh Oma ing dhuwur jaran, alias ini merujuk pada alat transportasi yang kian maju.
Ramalan Jayabaya soal transportasi canggih ini dibuktikan dengan semakin dikembangkannya berbagai teknologi transportasi.
5. Pandemi Belum Berakhir
Virus Covid-19 setiap hari selalu bermutasi dan ini diramalkan akan selalu eksis hingga tahun depan.
Apalagi, adanya libur akhir tahun akan membuat kasus Covid-19 akan kembali melonjak.
Ilustrasi pandemi Covid-19 (detik)