Kehidupan 5 Mantan Atlet Indonesia yang Jatuh Miskin, Ada yang Jadi Pemulung dan Tukang Becak

Beberapa mantan atlet Indonesia jatuh miskin karena menjalani masa tua yang memprihatinkan.

Kehidupan para mantan atlet di Indonesia tidak semuanya bahagia. Beberapa mantan atlet jatuh miskin karena masa tuanya hidup merana. Setelah pensiun, beberapa mantan atlet ini tidak lagi mendapatkan pemasukan yang memadai untuk menopang kehidupan. Beberapa ada yang kerja serabutan, hingga ada yang jadi pemulung hingga tukang becak. Siapa saja daftarnya?

Hasan Lobubun

Hasan Lobubun merupakan mantan atlet tinju. Ia pernah mendapatkan prestasi ketika menjadi juara nasional kelas bantam tahun 1997. Pria asal Maluku ini bernasib sangat menyedihkan. Usai pensiun dia harus memutar otak untuk mencari cara hidup di Jakarta. Akhirnya Hasan memutuskan jadi seorang pemulung demi sesuap nasi.

Dobrak Arter

Pria yang memiliki nama asli Wicahyono ini dikenal sebagai Dobrak Arter. Ia merupakan seorang petinju nasional yang memiliki prestasi cukup banyak. Misalnya pernah menjadi juara tinju kelas terbang hingga kelas ringan dan jadi juara nasional tingkat WBF dan IBO. Dobrak juga masih menyimpan sabuk emas kelas ringan yang didapatkan dalam pertandingan Inra Super Fight 2010.

Setelah gantung sarung tinju, Dobrak memiliki kehidupan yang miris. Ia sekarang menjadi tukang parkir di kawasan Malang, Jawa Timur, tepatnya di Jalan Ir.Rais dan Jalan Majapahit. Selain jadi tukang parkir, Dobrak juga menjaga proyek pembangunan di dekat Stasiun Malang dan sebuah hotel di Malang.

Suharto

Suharto adalah mantan atlet balap sepeda Indonesia yang pernah berjaya di tahun 1970-1980-an. Saat itu Suharto membawa olahraga balap sepeda Indonesia berjaya di kawasan Asia Tenggara. Suharto merebut medali emas Sea Games 1979 di Malaysia. Puluhan tahun berlalu, kehidupan Suharto tidak seindah masa mudanya ketika jadi atlet.

Ia yang pensiun pada tahun 1980-an memutuskan untuk jalani profesi beberapa pekerjaan, seperti berjualan ayam, jualan ac bekas, hingga jadi tukang becak. Kabarnya mantan atlet jatuh miskin ini  belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, dan hanya mendapatkan piagam penghargaan saja.

Martha Kase

Martha Kase adalah atlet lari profesional yang pernah dimiliki Indonesia. Ia pernah berlaga membela Indonesia di ajang SEA Games 1987. Banyak prestasi yang sudah dia dapatkan. Namun akhirnya kehidupan Martha berbanding terbaik di masa tuanya. Martha memutuskan membuka warung di kawasan Senayan, Jakarta, namun kini sudah digusur.

Kehidupan 5 Mantan Atlet Indonesia yang Jatuh Miskin, Ada yang Jadi Pemulung dan Tukang Becak (Tribun)

Marina 

Satu lagi mantan atlet jatuh miskin adalah Marina. Marina adalah mantan atlet pencak silat yang membawa pulang medali emas untuk Indonesia di ajang SEA Games 1982 di Filipina. Saat pensiun Marina memutuskan untuk jadi sopir taksi di perusahaan taksi Blue Bird. Kabarnya meski sempat jadi sopir taksi, Marina sempat dapat bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Kehidupan 5 Mantan Atlet Indonesia yang Jatuh Miskin, Ada yang Jadi Pemulung dan Tukang Becak (Viva)