Android Pie Akan Lebih Banyak Digunakan Ketimbang Versi Oreo

Akhir tahun ini Google akan merilis versi terbaru dari operating system Android untuk perangkat mobile. Rilisan generasi ke 9 ini diperhitungkan akan digunakan di banyak perangkat daripada pendahulunya.

Google telah lama dikritik karena memiliki masa tunggu yang amat panjang antara satu update OS Android ke sistem yang baru. Sedangkan rivalnya yakni iPhone sangat dimanjakan dengan pembaruan iOS yang sigap. Pengguna Android yang memang handset-nya berharga lebih murah ketimbang iPhone, hampir tidak pernah melihat pembaruan OS selama mereka memegang smartphone maupun tablet tersebut.

Untuk menjawab kritik ini, pihak Google memperkenalkan kerangka baru proses update untuk OS bernama Project Treble. Treble diluncurkan bersamaan dengan OS terbaru yaitu Android 9 Pie. Kedua hal ini diluncurkan karena antara satu sama yang lain saling mendukung keberadaanya. 

Dalam posting blog, Google mengatakan bahwa berkat Treble Android Pie akan lebih banyak dipergunakan dalam perangkat mobile seperti smartphone maupun tablet di akhir 2018. Sebuah koreksi atas terbatasnya perangkat yang mampu menjalankan Android Oreo pada akhir tahun 2017. Klaim ini sepertinya sedikit mengulang ketika project Treble pertama kali diperkenalkan bersama Oreo, tetapi tampaknya perusahaan benar-benar serius untuk kali ini.

Cara kerja Project Treble sendiri nantinya akan memberikan update lebih sering untuk OS yang sudah didukung olehnya. Google mengundang para vendor perangkat untuk mengimplementasikan modul perangkat Treble sehingga memudahkan proses update. Hal ini hanya mungkin jika vendor tak lagi menggunakan fitur bawaan dan driver dalam perangkat mereka masing-masing.  

Sistem Andorid Pie (xda-developers.com)

Kebutuhan untuk melakukan percepatan pembaruan OS sepertinya memang sedang urgen. Pasalnya hingga Februari tahun ini, pihak Google mengumumkan bahwa Nougat menjadi rilis versi Android yang paling banyak digunakan. Dan umur versi ini telah mencapai 17 bulan sejak peluncurannya di musim panas 2016.

Cukup aneh mengingat akhir tahun lalu telah diperkenalkan versi 8.0 atau Oreo sebagai pembaruan OS Android. Alasannya pun sederhana. Karena perbedaan kode inti framework antara Android Oreo dengan bawaan vendor, kecuali Samsung dan Huawei yang memisahkan keduanya, membuat perangkat tertentu memakan waktu yang lama untuk mendapatkan update. Ya kita hanya bisa berharap jika kerangka kerja ini menjadi standar pada perangkat baru, tidak akan terlalu lama kita bisa menggunakan versi Android yang lebih baik secepat mungkin ketika sudah ada updater terbaru.

Google (indiatoday.in)