Kentut Tanpa Bunyi Baunya Lebih Menyengat, Begini Penjelasannya

Kentut Tanpa Bunyi Baunya Lebih Menyengat, Begini Penjelasannya

Setiap orang tentunya pernah kentut, baik yang berbau atau tidak berbau. Jika ditelaah lebih lanjut pengalaman kentut setiap orang pun berbeda-beda, bahkan sampai ada yang teringat terus setiap kali mau kentut. Misalnya aja pengalaman kentut diam-diam tanpa bunyi biar nggak ketauan, eh tapi ternyata baunya nggak karuan. Kamu pasti pernah mengalaminya, ngaku aja deh!

Tenang aja, banyak juga kok yang pernah mengalami pengalaman tersebut. Kamu pernah nggak sih bertanya-tanya kenapa kentut dengan bunyi nyaring, baunya hampir tidak ada. Tapi ketika kentutnya diam-diam, baunya malah nyengat banget. Kira-kira, kenapa ya?

Ternyata, hal tersebut ada penjelasan ilmiahnya lho. Faktanya kentut tanpa suara itu umumnya lebih bau dari kentut dengan bunyi. Hal ini disebabkan karena adanya zat H2S (Hidrogen Sulfida) alias sulfur yang ada pada tubuh. Zat ini mengandung belerang yang merupakan sumber bau tak sedap, bahkan bisa seperti telur busuk.

Shutterstock

H2S merupakan salah satu zat penyusun kentut yang bentuknya lebih padat namun lebih sedikit dibandingkan zat penyusun kentut lain. Dalam prosesnya kentut jadi lebih gampang keluar bahkan tanpa bunyi, dan baunya lebih bau.

Memperkuat teori tersebut, Dr. Michael Rice, M.D., ahli gastroenterologi di Klinik Gastroenterologi Kedokteran Universitas Michigian, mengungkapkan jika kentut karena udara yang masuk ke dalam tubuh bisa menghasilkan suara cenderung keras, namun tidak terlalu bau. Sebaliknya, kentut yang disebabkan pencernaan dan fermentasi bakteri, suaranya jadi lebih kecil namun lebih bau.

Shutterstock