Dr. Kim Williams, mantan Presiden American College of Cardiology, memberi komentar tentang diet yang sekarang lagi populer. Yakni diet yang cuma makan lemak dalam jumlah besar dan sangat sedikit karbohidrat. Diet tersebut ngetren dengan nama diet ketogenic. Jadi pola makan seperti itu adalah membuat tubuh mendapatkan kondisi ketosis (keadaan tubuh membakar lemak untuk energi karena tidak memiliki cukup karbohidrat).
Para pelaku diet keto sangat mengagung-agungkan kemampuan diet ini untuk membantu penurunan berat badan dengan cepat. Dan dianggap meningkatkan kemampuan tubuh dalam menangkal penyakit-penyakit kardiovaskular. Tetapi Dr. Williams justru tidak percaya dengan hal ini.
Ilmunya Salah
Dr. Williams berkata: "Saya suka konsep dasar bahwa ketika kalian mengubah kebiasaan makan maka kalian akan mengubah sesuatu. Kalian dapat membuat perubahan, kalian dapat mendisiplinkan diri sendiri."
"Sayangnya, ilmu itu salah. Jika yang kamu inginkan adalah penurunan berat badan jangka pendek. Bagusnya jangka pendek yang kalian maksudkan bisa satu atau dua tahun."
Dr. WIlliams setuju bahwa ada beberapa hal di dalam diet keto yang meningkat dalam jangka pendek. Namun ia kemudian menambahkan: "Tetapi apakah hal-hal ini berdiri independen dengan faktor lain dalam upaya penurunan berat badan? Mungkin tidak. Jika kalian kehilangan banyak lemak perut, apakah sensitivitas insulin kalian meningkatkan, gula darah kalian juga ikut membaik? Kedengarannya terlalu indah."
Dr. Kim Williams (youtube.com)
Tingkat kematian
Dia juga menambahkan: "Hanya ada satu masalah kecil dalam diet ini, dan itu berhubungan kardiovaskular. Jika kalian melihat tingkat kematian, dalam sebuah penilitian yang saya presentasikan tahun 2007, menggunakan random sampling, saya melihat bahwa diet ketogenik menunjukkan peningkatan mortalitas sekitar 22 persen.
"Jadi saya berbicara tentang itu (masalah jantung) dan memastikan semua orang mendengar tentang hal itu. Kemudian ada satu Journal of American Heart Association yang diterbitkan beberapa tahun kemudian. Penelitian ini memilh orang-orang yang pernah mengalami serangan jantung di masa lalu, membaca populasi kardiologi, dan menghitung mereka yang melakukan diet ketogenik. Hasilnya adalah 53 persen peningkatan mortalitas, tidak ada yang harus melakukan diet ini."
Diet keto (dietdoctor.com)
"Jangan membatasi diri pada dua uji coba ini, baca juga dari setiap penelitian yang pernah dipublikasikan di seluruh dunia, lakukan meta-analisis, saya pikir masih terdapat 13 atau 16 penelitian lainnya. Dan rata-rata semuanya memberikan jawaban 31 persen peningkatan angka kematian. Jadi diet keto bukanlah sesuatu yang harus dilakukan orang kecuali jika berat badan lebih penting daripada hidup kalian."
Kegemukan (doktersehat.com)