Kenapa Jemaah Haji Wanita Asal Makassar Tampil Gemerlap Perhiasan Emas Saat Pulang Ke Indonesia? Terungkap Bukan Untuk Pamer

Kenapa Jemaah Haji Wanita Asal Makassar Tampil Gemerlap Perhiasan Emas Saat Pulang Ke Indonesia? Terungkap Bukan Untuk Pamer

Belakangan viral video yang memperlihatkan Jemaah haji  wanita asal Makassar tiba di Tanah Air dengan penampilan yang mencolok. Tampak dalam video yang beredar di TikTok, jemaah haji dari Bugis itu mengganti pakaiannya di dalam pesawat sebelum mendarat di daerahnya.

Tidak hanya memakai baju dengan warna-warna terang yang mewah, mereka juga mengenakan riasan wajah. Selain itu, para jamah haji juga menggunakan perhiasan emas yang terbilang tidak wajar dengan ukuran yang besar terpasang di lengan dan juga lehernya.

Sekilas tidak nampak seperti jemaah haji yang baru tiba dari Tanah Suci, melainkan rombongan yang ingin menghadiri acara pernikahan. Fenomena ini tentunya menuai pro dan kontra di masyarakat. Lantas sebenarnya apa tujuan para jemaah haji berpenampilan seperti itu?

Nita, salah satu jemaah haji asal Kabupaten Sidrap mengungkapkan kalau ini tidak hanya bagian dari tradisi di daerahnya. Tapi juga sebagai bentuk rasa bangga sudah berhasil menyelesaikan rukun Islam yang kelima dengan semua perjuangannya.

“Ini sebenarnya bukan hanya tradisi orang tua kita dulu, tapi bentuk penghargaan kepada diri mereka sendiri karena mayoritas orang Bugis itu bekerja untuk berhaji. Ini pencapaian luar biasa bagi kita yang dari kampung,” kata Nita yang dikutip dari Indozone.

"Beberapa orang itu hanya melihat penampilannya disebut glamor, bergaya atau bahkan norak. Padahal mereka tidak tahu, culture Bugis itu bagaimana, kalau mereka paham saya yakin mereka tidak fokus pada penampilannya tapi perjuangan mereka untuk berhaji,” sambungnya.

Foto: Jemaah Haji Asal Makassar (Merdeka.com)

Sementara itu, Kepala Sektor 2 Syisyah, Makkah, Lutfi Yunus menegaskan penggunaan emas tersebut hak dari masing-masing jemaah. Lutfi juga menegaskan aksi jemaah haji asal Makassar tersebut tidak ada maksud untuk pamer, melainkan bentuk rasa syukur.

"Sama sekali tidak ada maksud pamer, itu kesyukuran kemudian menghargai. Ini adalah ibadah haji salah satu dari rukun Islam yang kelima. Jadi mereka mengangkatnya derajat nilai-nilai agama pada diri masing-masing jemaah haji itu. Jemaah haji ini adalah syiar bagi kita semua saya kira seperti itu," pungkas Lutfi Yunus yang dilansir dari Okezone.

Foto: Jemaah Haji Asal Makassar (TikTok)