Publik tentu sudah tahu persis latar belakang pendidikan Maudy Ayunda. Artis yang populer karena film "Perahu Kertas" ini memang dikenal multitalenta. Bisa akting, nyanyi, main musik, dan pintar!
Belum lama ini, Maudy bahkan terpilih jadi jurbagian dari tim juru bicara (Jubir) pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia.
Namun sayangnya, terpilihnya Maudy sebagai jubir di acara itu justru menimbulkan berbagai kritikan.
# Maudy Ayunda Dapat Kritikan Karena Terpilih sebagai Tim Juru Bicara Presidensi G20 Indonesia
Mengutip "Bloomberg", peneliti politik LIPI Wasisto Raharjo Jati menyebutkan bahwa terpilihnya Maudy dinilai sebagai upaya untuk meredam kritik dari kaum muda soal isu-isu layanan publik dan masalah pekerjaan.
Maudy Ayunda ketika wisuda (habadaily.com)
"Pemerintah lebih condong ke anak muda di perkotaan yang punya hak istimewa, sementara mengesampingkan anak muda yang berpenghasilan menengah ke bawah dan tinggal di pedesaan," kata Wasisto.
Selain itu, Wasisto menganggap bahwa Maudy Ayunda tidak memiliki pengalaman diplomatik atau pengalaman di bidang ekonomi.
Alih-alih menanggapi pertanyaan tentang kehadiran Presiden Vladimir Putin, Maudy Ayunda disebut Wasisto malah menjawab pertanyaan soal kehidupan pribadinya.
Maudy Ayunda dalam acara G20 berperan untuk melaporkan hasil pertemuan yang sejalan dengan isu-isu di Indonesia.
# Maudy Juga Dianggap Sosok yang Tepat untuk Menjangkau Masyarakat Luas
Wasisto Raharjo Jati (epaper.mediaindonesia.com)
Berbeda dengan Wasisto Raharjo Jati, Kominfo Dedy Permadi menganggap Maudy Ayunda sebagai sosok yang tepat untuk menjangkau masyarakat luas, khususnya milenial dan genZ.
Kalau menurut kalian gimana ges? SUdah tepat belum nih kalau lulusan Stanford University ini jadi jubir di acara G20?
Stafsus Kominfo Dedy Permadi (kagama.co)