Doni Salmanan sudah ditetapkan Polisi sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan di Mabes Polri pada Selasa (8/3). Pria asal Bandung, Jawa Barat itu diduga terlibat dalam kasus penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dikenal sebagai orang kaya, Doni ternyata memiliki masa lalu yang sulit.
Dilansir dari Tribun, Doni pernah memberikan pengakuan bahwa saat remaja dulu ia pernah bekerja serabutan demi mendapatkan uang. Salah satu profesi yang dijalani adalah menjadi kuli bangunan. “Saya pernah jadi tukang bangunan, jadi bagian yang mengaduk semen, pernah juga bawain batu bata,” kenang Doni.
Doni terus bekerja keras untuk mengejar impiannya. Ia masih ingat bersama para sahabatnya sama-sama berjuang untuk bisa bertahan hidup dalam keadaan yang tidak mapan. Doni memiliki 5 orang teman akrab yang berjasa mengubah hidupnya. Doni menyebutnya sebagai seorang mentor.
Doni mengatakan kelima sahabatnya itu selalu setia menemaninya ketika masih hidup susah hingga menjadi salah satu orang kaya yang tinggal di Bandung. “Karena hidup saya dari nol banget, mereka menemani saya dari zaman masih jadi tukang parkir, “ imbuh suami Dinan Fajrina ini.
Memang sesulit apa sih hidup Doni dulu? Ia mengatakan bahwa untuk membeli rokok pun tidak mampu. Alhasil Doni hanya bisa meminta rokok dari temannya yang juga memiliki keuangan yang pas-pasan. “Pernah merokok satu bantang dikelilingin,” kata Doni.
Selain pernah menjadi kuli bangunan dan tukang parkir, Doni juga pernah bekerja di sebuah bak. Bukan menjadi pegawai bank melainkan jadi cleaning service. Hal itu diungkap oleh Amin Sayumi, Ketua RT di tempat tinggal Doni. “Pernah jadi cleaning service di Bank Sinarmas,” beri tahu Amin.
Masa Lalu Doni Salmanan Jadi Sorotan, Pernah Jadi Tukang Parkir, Kuli Bangunan, dan Tak Mampu Beli Rokok (Tribun)
Setelah sukses dan jadi orang kaya, memang Doni selalu ringan tangan dan membantu sesama yang membutuhkan. Misalnya beberapa warga di dekat rumahnya pernah diberikan banyak uang secara cuma-cuma dari Doni. Tak hanya uang, Doni juga pernah membagikan sembako kepada masyarakat di dekat rumahnya.
Kini Doni Salmanan harus mempertanggungjawabkan dugaan kesalahan yang dia lakukannya, Sebelum masuk ke ruang pemeriksaan, Doni berpesan bahwa ia sudah menyerahkan semua proses hukum kepada pihak berwajib. Kabarnya jika terbukti bersalah Doni bisa terancam hukuman 20 tahun penjara.
Masa Lalu Doni Salmanan Jadi Sorotan, Pernah Jadi Tukang Parkir, Kuli Bangunan, dan Tak Mampu Beli Rokok (Suara.com)