5 Kontroversi Haji Lulung Semasa Hidup, Ribut dengan Ahok Hingga Koleksi Mobil Mewah Seharga Miliaran

Haji Lulung semasa hidup memiliki rentetan kontroversi. Ia sempat “perang” dengan Ahok hingga memiliki banyak mobil mewah.

Haji Lulung  meninggal dunia dalam usia 62 tahun. Pemilik nama asli Abraham Lunggana ini memiliki karir sebagai politikus yang cemerlang. Meskipun kadang pernyataan yang keluar dari mulut “jagoan” Tanah Abang itu menuai cibiran dan kontroversi. Paragram mencoba mengumpulkan 5 kontroversi Lulung semasa hidupnya. 

1. Lulung Ingin Binasakan Ahok

Sejak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Lulung dan Ahok seperti terus melakukan perang dingin. Lulung yang menjadi Wakil DPRD DKI Jakarta merasa tak cocok dengan gaya kepemimpinan Ahok sebagai Wakil Gubernur.

Puncaknya adalah ketika Lulung ingin membinasakan karir politik Ahok usai Komisaris Pertamina itu mengatakan jika calon kepala daerah akan menjadi sapi perah anggota DPRD jika Pilkada tidak lagi secara langsung.

2. Dukung FPI

Ormas yang kini sudah dibubarkan, Front Pembela Islam atau FPI pernah menentang Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo. Lulung pun mendukung rencana FPI melakukan rencana demonstrasi untuk mencegah Ahok jadi orang nomor satu di Jakarta.

3. Punya Banyak Mobil Mewah

Lulung memiliki kekayaan yang cukup besar. Sebab selain dikenal sebagai politikus, Lulung juga memiliki perusahaan yang bergerak dalam bidang keamanan, parkir, dan kebersihan. Alhasil Lulung memiliki banyak mobil mewah yang terparkir di garasi rumah.

Salah satu mobil mewah yang dimiliki Lulung adalah Lamborghini yang pernah ia bawa ke Gedung DPRD DKI Jakarta. Mobil warna hijau tentu mencuri perhatian banyak orang. Selain itu Lulung juga punya beberapa mobil mewah lainnya yang ditaksir seharga miliaran rupiah.

Haji Lulung Kerap Berseteru dengan Ahok (IDN Times)

4. Bantah di Tanah Abang Banyak Preman

Lulung pernah membantah jika di Tanah Abang selama ini banyak preman. Hal itu terungkap ketika Polisi menduga banyak preman Tanah Abang ikut melakukan kerusuhan yang terjadi di kawasan Gedung Bawaslu pada tahun 2019 lalu. Lulung menyebut agar Polisi lebih hati-hati dalam memberikan pernyataan tersebut.

5. Keluar Partai, Masuk Lagi

Haji Lulung  dikenal sebagai politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun dia hijrah ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan berhasil masuk ke Senayan sebagai Anggota DPR RI. Nah ia pun memutuskan keluar dari PAN dan kembali masuk ke PPP karena permintaan dari sejumlah ulama.

Haji Lulung Memiliki Kontroversi Semasa Hidup (Kompas.com)