Cinta Itu Ada Batasnya, Bahaya Jika Kamu Mengorbankan 5 Hal Ini

Mau berkorban demi cinta? Sst, ada batasnya lho. Jangan sampai kamu mengorbankan 5 hal ini dalam hidupmu.

Cinta tak berarti apa-apa tanpa sebuah pengorbanan. Pertama, agar hubungan tetap bertahan dan harmonis maka kamu sering mengorbankan waktu belajarmu. Kedua, biar nggak drama berkepanjangan, kamu sering mengorbankan perasaanmu. Tap kamu masih bahagia dengan hal yang sudah kamu korbankan itu?

Stop!

Jika kamu mengorbankan sesuatu yang sebenernya bukan itu solusi dari persoalanmu, baiknya jangan. Ingin tetap bahagia adalah harapan setiap orang. Tetapi agar tetap bisa hidup damai dalam cinta, kamu nggak perlu mengorbankan 5 hal ini dalam hidupmu.

1. Berkorban untuk hubungan yang nggak sehat

Saat ini bagaimana hubungan cintamu? Jika kamu sedang kasmaran dan rela menunda mimpi demi itu, pikirkan lagi. 

Tidak ada seorang pun yang mau menanggalkan mimpi. Cita-cita cuma kamu yang punya dan cuma kamu yang bisa merealisasikannya. Jika kamu menunda meraih tujuan hidup yang sudah kamu susun sejak lama demi cinta, itu nggak berlu. 

Jika kamu menjalin hubungan asmara yang sehat, perbedaan tujuan hidup bukan sebuah halangan yang besar dalam cinta. Kalo dia cinta kamu, dia tidak akan memintamu menunda meraih cinta-cita. Jadi, kamu nggak perlu meninggalkan tugas pendidikan atau tugas lainnya demi berduaan dengan si dia. 

2. Hubungan sehat itu memberi kebebasan

Hubungan itu tidak ditandai dengan lamanya berpacaran atau seberapa besar perbedaan. Jika kamu punya lingkungan dan misi yang berbeda, harusnya itu bukan masalah buat cinta. 

Cinta yang sehat itu cinta yang membebaskan. Tidak membatasi apapun yang kamu suka. Tidak memaksakan keinginan pasangan dan memberi ruang yang luas untuk prioritas masing-masing. 

Kuncinya adalah kompromi dan komunikasi. Jika kamu dan pasangan bisa saling berkompromi dan mengkomunikasikannya dengan baik, nggak ada salahnya kamu menghabiskan waktu untuk hobi. Penting juga, kamu nggak pernah dihantui perasaan bersalah karena jarang ketemu. 

3. Tidak mengorbankan sahabat dan keluarga

Pacaran itu nggak selalu harus berdua. Jika dia pacar yang baik, dia akan paham kalo kamu butuh waktu bercengkerama dengan sahabat dan keluarga. Atau bahkan dia akan ikut dan berteman dekat dengan sahabatmu. Si dia juga akan menghargai kondisi keluargamu dan kapan kamu harus berada bersama mereka. 

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang seimbang. Waktu berdua seimbang dengan waktu bersama sahabat dan keluarga. 

Hubungan tidak sehat (huffingtonpost.com)

4. Mengorbankan diri sendiri? NO!

Hidup adalah proses. Semakin kamu dewasa, semakin kamu mendapatkan proses dan menemukan sesuatu dalam dirimu. Sesuatu dalam diri itu nggak tepat jika harus dikorbankan demi hubungan cinta. 

Jangan sampai kamu kehilangan diri sendiri karena ingin tetap menjalin hubungan dengan dia. Dia nggak suka kamu memakai lipstik merah, padahal lipstik merah bisa membuatmu lebih percaya diri. Hey, jangan kamu mengorbankan rasa percaya dirimu ya. Jelaskan padanya secara baik-baik. Memakai lipstik merah tidak seperti yang dia pikirkan. Bukan untuk menggoda pria lain tetapi untuk meningkatkan rasa percaya dirimu. Begitu juga dengan hal lain. Hal yang kamu temukan sebagai proses hidupmu nggak tepat jika kamu korbankan.

5. Cinta itu menyehatkan dan membahagiakan

Relasi yang baik dengan pasangan itu punya efek besar terhadap kesehatam tubuh dan mental. Jika kamu merasa tertekan, kamu harus tahu, bahwa kamu nggak layak merasakan itu. Apalagi jika kamu nggak bahagia? Mengapa harus mengorbankan kebahagiaan hidup demi cinta.

Cinta itu menyehatkan dan membahagiakan lho. Kalo dia membahayakan kesehatan mentalmu, kamu nggak perlu berkorban lagi demi hubungan begini. 

Hang out sama besties (bookssforliving.com)

Pikirkan satu hal, hidupmu berharga. Kamu nggak perlu berlama-lama 'sakit' hanya demi hubungan cinta.

Jika kamu mengorbankan salah satu atau kelima hal diatas itu bukan cinta. Cinta itu apa menurutmu? Kalo kamu menganggapnya hanya sebagai pengorbanan menyakitkan saja, ubah cara berpikirmu. 

Cinta yang sehat (meetup.com)