Deretan Fakta-fakta Orang Jawa, Cocok dengan Kehidupanmu?

Orang Jawa memiliki kepribadian yang sangat berbeda dibandingkan suku lain. Berikut fakta-fakta orang Jawa yang kamu wajib tahu.

Orang Jawa selama ini dikenal mempunya kepribadian yang berbeda dibandingkan orang dari suku lain. Bahkan meski kita belum berkenalan, tetapi dari sikap dan tutur kata, kita bisa mengetahui jika orang tersebut berasal dari suku Jawa. Suku Jawa bisa dibilang merupakan penduduk terbesar di Indonesia.

Mengingat suku Jawa berasal dari 3 daerah di Pulau Jawa, yakni Jawa tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Hampir semua kawasan di Indonesia pasti ada orang Jawa yang mengadu nasib di tempat tersebut atau pindah karena menikah dengan penduduk setempat. Berikut beberapa fakta tentang orang Jawa.

1. Ciri Khas dari Logat

Bahasa orang Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta biasanya sama. Namun sedikit berbeda dengan bahasa daerah Jawa Timur. Termasuk logat orang Jawa yang tinggal di Tegal, Purwokerto,  Brebes pun berbeda. Ciri khas logat bicara menjadi pertanda yang jelas. Termasuk ketika bicara dengan bahasa Indonesia pun, logat sebagai orang Jawa masih terdengar jelas.

2. Menjaga Etika dan Kesopanan

Orang Jawa dikenal memiliki kesopanan dalam menjalani aktivitas kesehariannya. Misalna ketika berbicara biasanya mereka bicara dengan nada yang pelan dan halus. Ketika sedang berjalan dan melewati orang yang sedang berkerumun mereka meminta izin lewat sembari membungkukan badan. Mengucapkan terima kasih adalah hal penting. Seorang putri Keraton Yogyakarta pun mengucapkan terima kasih ketika dibantu menyeberang oleh Satpam di Jakarta.

3.  Siap Mengalah

Orang Jawa biasanya memilih berdamai saat sedang memiliki masalah dengan orang lain. Misalnya seperti mau mengalah atau meminta maaf lebih dulu dibandingkan harus terus bertengkar dan memantik konflik.

Ilustrasi Orang Jawa (Tirto.ID)

4. Menjaga Tradisi dan Budaya

Salah satu kebiasaan orang Jawa adalah menjaga tradisi dan budaya dari nenek moyang. Budaya dan tradisi Jawa pada masa lalu sangat berpengaruh sampai sekarang. Misalnya ketika pasangan akan menikah, calon pengantin melihat weton atau hari lahir pasangan agar rumah tangga bahagia. Saat perayaan hari-hari tertentu misalnya Tahun Baru Islam dan Idul Fitri, di banyak daerah melakukan upacara adat yang sudah ratusan tahun dilakukan.

5. Hidupnya Tidak Neko-neko

Orang Jawa biasanya hidupnya mengalir saja dan tidak neko-neko. Jika keinginan belum terwujud mereka tidak menyesal dan berusaha menjalani kehidupan lebih baik lagi. Kebiasaan ini sudah turun-temurun diajarkan orangtua kepada anak-anak dan generasi berikutnya dalam keluarga.

Ilustrasi Orang Jawa (IDN Times)