Bus yang melayani perjalanan jarak jauh atau Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) menyediakan fasilitas toilet untuk digunakan penumpang. Tapi biasanya sopir dan kernet bus melarang jika penumpang masuk ke toilet ketika bus berhenti, artinya toilet hanya boleh digunakan ketika bus dalam keadaan berjalan.
Memang apa yang membuat toilet bus cuma bisa dipakai ketika bus berjalan? Head of Bus Product & Sales, Daimler Commercial Vehicles Indonesia, Adri Budiman mengatakan bahwa bus umum tidak memiliki fasilitas untuk menampung kotoran yang dibuang penumpang.
"Jadi di bus yang ada di Indonesia tidak memiliki septic tank untuk menampung cairan buang air kecil dari penumpang,"ucap Adri dikutp dari detikOto.
Adri melanjutkan, bahwa sebagian besar karoseri bus hanya mengizinkan penumpang untuk menggunakan toilet hanya saat bus berjalan agar bisa menghindari air yang tersimpan di tilet dan bisa mencegah bau yang bisa memasuki kabin penumpang bus.
Salah satu perusahaan bus AKAP Putera Mulya pernah juga membeberkan penyebab penumpang yang menaiki armadanya untuk tidak melakukan buang air kecil karena di dalam bus tidak terdapat tangki pembuangan, sementara kapasitas tanki pair sangat terbatas hanya sekitar 200 liter.
Toilet di Bus (Blog Tribun)
Lantas bagaimana bila ada salah seorang penumpang yang ingin buang air besar ketika bus sedang berjalan? Sebaiknya penumpang tersebut segera memberitahukan kepada pengemudi atau kernet agar bisa mencari lokasi yang dipakai penumpang buang air besar.
Tentunya beberapa lokasi yang bisa dipakai misalnya toilet di SPBU dan tempat istirahat atau rest area yang banyak ditemui di kawasan jalan tol.
Bus Putera Mulya (Kompas Otomotif)