Percakapan Terakhir Pilot Sriwijaya Air SJ-182 Akhirnya Terungkap, Apa Saja Isinya?

Setelah berbulan-bulan, akhirnya KNKT berhasil mendapatkan rekaman percakapan terakhir pilot Sriwijaya SJ-182 dengan kualitas jelas.

9 Januari 2021 menjadi momen memilukan saat pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Di dalamnya terdapat sekitar 62 orang, yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru pesawat. Semuanya dinyatakan meninggal dunia dalam musibah itu.

Hingga saat ini, penyebab pasti jatuhnya SJ-182 masih belum diketahui dengan pasti. Meski demikian, baru-baru ini KNKT mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhasil mendapatkan rekaman percakapan pilot sesaat sebelum pesawat jatuh.

Sebagaimana diketahui, CVR yang merupakan bagian dari blackbox pesawat telah ditemukan pada 30 Maret 2021 lalu. Setelahnya, pada tanggal 1 April, pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil mengunduh data di dalamnya.

Data tersebut kini telah dianalisa dan diketahui berisi rekaman pembicaraan di kokpit, antara kapten co-pilot dan ATC. Suara yang didapat pun cukup jelas sehingga bisa menjadi titik terang penyelidikan selanjutnya.

"Isinya pembicaraan di kokpit antara kapten co-pilot sama pilot ATC, suara jelas," ungkap Kepala Sub-Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT, Kapten Nurcahyo Utomo pada Sabtu (1/5), sebagaimana dilansir dari Detik.

Sriwijaya Air SJ-182 (jetphotos.com)

"Tapi ada satu channel yang merekam area mic, jadi yang merekam suara di dalam kokpitnya itu masih ketutupan sama ada noise lah, kalau pembicaraan pilotnya ke ACT itu jelas. Ada beberapa bagian yang kita masih kesulitan untuk mendengar ini sedang masih ada dicoba difilter, dicoba dengan berbagai cara," lanjutnya.

Data yang diperoleh dari CVR nantinya akan dipadukan dengan apa yang ada di FDR. Saat ini, beberapa komponen masih diperiksa di Amerika dan Inggris untuk mencari tahu penyebab pasti jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 pada 9 Januari 2021 lalu.

CVR Sriwijaya Air SJ-182 (Detik)