Kabar Baik! Pariwisata di Bali Mulai Bangkit di Masa Pandemi Covid-19

kabar baik! pariwisata di bali mulai bangkit di masa pandemi covid-19

Salah satu sektor yang terpukul akibat pandemi Covid-19 adalah Pariwisata.

Tapi, Gengs, seiring waktu dan protokol kesehatan yang ketat, kunjungan wisatawan domestik ke suatu daerah mulai membaik, lho.

Di semua lokasi wisata itu, penerapan protokol kesehatan sudah sangat baik. Para pengelola sendiri udah menyiapkan berbagai fasilitas. 

Contohnya tempat cuci tangan, cek suhu tubuh, begitu juga dengan para petugas yang menggunakan masker atau face shield. Itu semua untuk meminimalisir penyebaran virus di tempat wisata.

Di Pura Ulun Danu, para wisatawan sebelum masuk diarahkan untuk mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu.

pariwisata di Bali (ihgma.com)

Setelahnya akan di cek suhu tubuh menggunakan thermogun dan tentunya wajib memakai masker. 

Di tempat pembelian tiket juga udah diatur batas antriannya. Kontak fisik antarpengunjung diminimalisir.

Kebun Raya Bali juga sama, penerapan protokol yang ketat diiringi dengan kesadaran pengunjung yang menerapkan protokol kesehatan. 

Kalo wisata yang begini di Bali, kayaknya di Ubud ya, Gengs? (BaliWaterSport.com)

Kebun botani yang didirikan tahun 1959 oleh putra bangsa ini pun, semakin lama mulai diminati oleh pengunjung.

Destinasi wisata ini punya suasana yang sejuk seperti di pegunungan. Lingkungan hijau serta beberapa fasilitas bisa dipakai. 

Contohnya sepeda dan mobil buggy buat mengelilingi lahan seluas 157,5 hektar tersebut. 

Selain itu juga diterapkan sistem pembelian tiket secara online untuk memudahkan calon pengunjung berwisata.

“Sudah agak membaik (pengunjung) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan atau hand sanitizer. Saat ini pengunjung domestik yang kebanyakan berkunjung. Buka itu weekend dari 7 pagi sampai 5 sore. Weekday dari jam 7.30 sampai 5 sore,” jelas Tour Guide Kebun Raya Bali Ni Wayan Sumiasih di lokasi.

Terlepas dari penerapan protokol kesehatan yang merata di semua lokasi, seperti tempat wisata Konservasi Penyu, nantinya para pengunjung akan diberikan edukasi soal budaya penyu di Bali. 

Di Bali sendiri, biasanya penyu digunakan untuk persembahan upacara dan setelahnya dikonsumsi.

Tapi, karena penyu adalah hewan yang dilindungi, maka pemerintah mulai melarang untuk mengambil penyu di lautan. 

Pengambilan harus melalui tempat konservasi yang berlokasi di Kelurahan Serangan, Bali. 

Itu pun dengan syarat surat rekomendasi dari pihak terkait untuk melaksanakan adat. Penyu yang diberikan untuk upacara adat ukurannya sekitar 10-15 cm.

Waah, gimana, Gengs? Udah berani plesiran?

Kebun Raya Bali (RedDoorz.com)