Seorang Pelukis Gunakan Darah untuk Melukis Putri Diana, Ada Apa?

Memberikan penghormatan kepada Putri Diana memang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melukis sosoknya dengan darah, tapi kenapa?

Conor Collins, seorang pelukis asal Amerika Serikat (AS) punya cara sendiri untuk memberikan penghormatan kepada mendiang Putri Diana. Collins memang membuat lukisan, namun dengan bahan-bahan yang tidak biasa.

Pria berusia 29 tahun itu membuat karyanya menggunakan campuran darah positif pengidap HIV serta debu berlian. Lukisan yang dibuat pada Juli lalu itu dia potret dan diunggah dalam dalam sebuah twit di Twitter-nya pada 24 Juli lalu.

Dalam rangkaian twitnya, seniman itu mengatakan bahwa dia terinspirasi oleh foto-foto Putri Diana tahun 1987. Saat itu, Lady Di terlihat menjabat tangan seorang pengidap HIV di Rumah Sakit Middlesex, London. Collins menunjukkan bahwa Diana tidak mengenakan sarung tangan sama sekali.

Lukisan Putri Diana yang dikerjakan oleh Collins menggunakan darah positif pengidap HIV/AIDS. (instagram @conartworks)

Foto tentang jabat tangan Diana dengan seorang pengidap HIV itu memberikan pesan kepada dunia bahwa virus itu tidak menular melalui kontak. Upaya ini dianggap pula sebagai momen yang menentukan dalam memerangi stigma negatif para pengidap HIV/AIDS.

Semasa hidupnya, Diana memang dikenal aktif dalam perang melawan HIV/AIDS. Seperti dilansir Liputan6.com, Diana pernah menyatakan bahwa HIV tak membahayakan orang lain. Menurutnya, seseorang dapat menjabat tangan mereka dan memberikan mereka pelukan. Terlebih, kita juga dapat berbagai rumah, tempat, pekerjaan, bermain, atau mainan dengan mereka.

Putri Diana menjabat tangan pengidap HIV/AIDS di RS Middlesex, Inggris, April 1987. (capilanocourier.com)

Seperti Diana, Collins juga ingin mengatasi stigma yang melekat pada pengidap HIV/AIDS melalui karya-karyanya. Kisah dari Lady Di pun menginspirasinya. Collins mengingat persitiwa ketika Lady Di menjabat pengidap HIV/AIDS tanpa pelindung apa pun. Sementara untuk karyanya tersebut, Collins menerima berbagai tanggapan yang sebagian besar positif. 

Conor Collins dan sejumlah karyanya yang dipamerkan. (instagram @conartworks)

Sejauh ini, Collins memang dikenal sebagai seniman dengan karya-karya yang bermuatan politik. Ia pernah melukis Presiden Donald Trump dan mengatakan bahwa Trump adalah seorang yang rasis, seksis, bodoh, dan fanatik.

Ia berpesan, "Ubah saja dunia dengan cara Anda sendiri, dan biarkan seluruh dunia mengikuti."

Lukisan Collins potret Donald Trump. (twitter @OldBankGallery)