Politikus PDIP Ini Sebut Puan Maharani Adalah Keturunan Datuk

Puan Maharani adalah seorang Politikus PDIP yang menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia periode 2019-2024.

Alex Indra sebagai Ketua DPD PDIP Sumatera Barat memberikan statement dan juga meluruskan ucapan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) yang menuai kontroversi. Ucapan tersebut adalah harapan Puan Maharani agar provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bisa mendukung negara Pancasila.

Alex menjelaskan, pernyataan Puan ditujukan kepada seluruh kader PDIP Sumatera Barat. Menurut dia, Puan Ingin kader PDIP Sumbar membumikan Pancasila.

"Apa yang disampaikan Mbak Puan saya yakini itu ditujukan kepada kami kader PDIP se-Sumatera Barat karena pengurus partai di dalam rapat hadir secara virtual, adalah menjadi tugas kami membumikan Pancasila di Sumatera Barat," kata Alex dilansir dari merdeka.com.

Alex menyebutkan, harapan yang disampaikan oleh Puan tersebut bukan ditujukan bukan untuk masyarakat Sumatera Barat karena saat itu kondisinya disampaikan dalam rapat internal partai yang terbuka untuk umum, saat itu juga bertepatan dengan pengumuman kepala daerah PDIP gelombang kelima. 

"Jadi yang saya yakini itu adalah teguran dan kritik kepada kami pengurus partai di Sumatera Barat," ucapnya dilansir dari merdeka.com.

Perlu diketahui menurut Alex bahwa, Ibu Puan Maharani merupakan anak dari Datuk. Taufik Kemas ayah dari Puan dan Suami dari Megawati Soekarnoputri merupakan Datuk Basa Batutah. 

"Harus di sadari bahwa Mbak Puan itu anak dari almarhum Taufik Kiemas Datuk Basa Batuah, jadi dia anak minang Pak Taufik itu seorang Datuk dengan Ibu Megawati Soekarnoputri yang diberi gelar Puti Reno Nilam," jelasnya.

Dengan kata lain, anggapan bahwa ucapan Puan Maharani menyebutkan bahwa masyarakat Sumatera Barat tidak mendukung negara Pancasila itu salah besar. 

Selain itu, Alex juga menuturkan, bahwa Bung Karno menggali Pancasila dari budaya istiadat dan kearifan lokal se-nusantara. Dia meyakini sila keempat Pancasila terkait musyawarah mufakat digali Bung Karno dari ranah minang.