Bahan-Bahan Berikut Ini Bisa Bahaya Buat Kulit Kalau Dijadikan Skincare DIY

Berhati-hatilah memilih bahan-bahan buat bikin skincare DIY gengs.

Saat mengisolasi diri di rumah untuk mencegah penyebaran virus, kamu mungkin suka bikin skincare DIY. Menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah dan cari referensi di internet. Karena itu, perawatan kulit DIY menjadi semakin populer.

Menurut ahli kulit, membuat produk perawatan kulit sendiri di rumah sebenarnya bisa sangat bermanfaat bagi kulit. Ahli dermatologi bersertifikasi di California, Ava Shamban mengatakan bahwa "Mengadaptasi produk buatan sendiri untuk perawatan kulit baik, dan proses menggunakan buah-buahan dan sayuran juga merupakan cara yang bagus untuk menenangkan pikiran dan gangguan dari situasi kita saat ini."

Ada beberapa bahan perawatan kulit DIY umum yang dapat menyebabkan jauh lebih banyak kerusakan pada kulit daripada yang baik. Berikut adalah bahan-bahan yang menurut dokter kulit harus dihindari atau digunakan dengan hati-hati.

1. Lemon

Meskipun banyak referensi bakalan ngasih tahu kalau lemon adalah pencerah kulit yang bagus di rumah, para ahli menyarankan untuk tetap berhati-hati.

"Lemon bersifat asam dan dapat membakar kulit, membuatnya menjadi kemerahan," kata Gohara.

Lemon bahkan dapat menyebabkan phytophotodermatitis, suatu reaksi peradangan kulit. "Jika digunakan pada kulit yang terpapar sinar matahari, lemon dapat menyebabkan reaksi terik dan hiperpigmentasi," kata Rita Linkner, ahli dermatologi bersertifikat di New York.

2. Pasta gigi atau soda kue

Meskipun praktik DIY menggunakan pasta gigi untuk mengobati jerawat mungkin berhasil karena triclosan sebagai antimikroba, dokter kulit lebih suka menghindari menggunakannya. Hal yang sama berlaku untuk soda kue, resep DIY lainnya untuk jerawat.

"Pasta gigi dan soda kue dapat mengiritasi atau membakar kulit," kata Gohara.

3. Telur mentah

Lemon (stikesindramayu.ac.id)

Telur mungkin digunakan dalam beberapa produk kecantikan, tetapi mengoleskannya langsung ke kulit dapat memiliki beberapa konsekuensi yang cukup serius.

"Telur mentah bisa mengandung bakteri salmonella," Gohara menjelaskan. Studi mengklasifikasikan infeksi kulit salmonella langka, tetapi lebih baik berhati-hati daripada mengambil resiko.

4. Cuka

Telur mentah (medicalnewstoday.com)

Beberapa orang menggunakan toner berbasis cuka, berkat keasaman bahan dan sifat penyeimbang-pH.

"Efek yang berpotensi berbahaya berkisar dari iritasi, terbakar sinar matahari berlebihan, luka bakar kimiawi yang dangkal (dari aplikasi berulang), dan depigmentasi sebagai akibat dari iritasi awal." kata ahli dermatologi bersertifikasi berbasis di Florida, Shasa Hu.

5. Rempah-rempah

Rempah-rempah secara umum, katanya, hanya perlu ditangani dengan hati-hati. "Rempah-rempah tertentu bisa membuat iritasi pada beberapa orang, jadi tes-spot terlebih dahulu," jelasnya. "Berhati-hatilah."

Cuka (bonappetit.com)