Baru-baru ini lagi viral seorang warga Desa Candirejo, Blitar yang menemukan sebuah benda mirip mahkota. Benda itu awalnya ditemukan waktu warga lagi menambang pasir sungai aliran lahar Gunung Kelud.
Kondisi mahkota itu utuh. Tingginya sekitar 24 cm. Lalu, di bagian depan terlihat ukiran motif kepala naga. Banyak yang menduga kalo itu adalah peninggalan kerajaan Majapahit.
Nah, kalo menurut arkeolog, sebenarnya ini benda apa sih? Seoranhg arkeolog BPCB Trowulan Nugroho Harjo Lukoyo menegaskan kalo menurut hasil kajian, benda itu bukan benda bersejarah. Intinya, bukan peninggalan kerajaan di Indonesia dulu.
Kemungkinan besar, mahkota dibuat dalam waktu yang belum lama. Bahkan, diduga, benda mirip mahkota ini sengaja dibuang atau dikubur. Ini biar timbul kesan sebagai barang antik, padahal nggak antik.
Mahkota ditemukan di Blitar (indozone.id)
Selain itu, melansir IDN Times, ada paku yang masih menancap di mahkota. Padahal, zaman dulu belum terdapat paku. Lalu, juga ada bekas gerinda di bagian bawah buat menghaluskan.
Mahkota tersebut cukup berat, terlalu berat untuk dipake di kepala. Beratnya yakni 2,69 kg. Material yang biasa dipake dalam kerajaan berupa emas dan tipis serta ringan. Tetapi, mahkota itu berat dan berbahan dasar kuningan.
arkeolog yang datang untuk mengkajoi (faktualnews.co/dwi haryadi)
Seandainya itu emang benda bersejarah menurutnya nggak bakalan masih utuh. Pasti udah kena korosi.
Bahan kuningan yang sudah lama juga biasanya kotor dan warnanya hijau atau hitam pekat. Diduga, mahkota unik ini emang dibuat sama pengrajin lokal.
Itulah penjelasan soal mahkota ala kerajaan yang ditemukan oleh warga di Blitar. Duh, ternyata bukan peninggalan kerajaan Majapahit ya. Gimana menurut kalian gengs?
mahkota kerajaan ditemukan (sindonews.com)