Bayang-bayang corona masih menghantui penduduk dunia. Meskipun kabar melegakan datang dari China jika jumlah pasien berkurang dan vaksi corona udah ditemukan.
Indonesia sendiri kayak baru mulai berjibaku melawan corona. Setelah sebelumya situasi cukup aman dan terkendali. Kini beredar kabar kalau virus corona ada yang jenis baru.
Menurut sebuah laporan dalam Journal of American Medical Association, sebanyak 98% pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit mengalami demam, antara 76% dan 82% mengalami batuk kering, dan 11% hingga 44% melaporkan kelelahan dan kelelahan.
Covid-19 dampakya semakin fatal pada orang lanjut usia dan mereka yang udah ada sakit. Seperti jantung atau diabetes. Dari kasus yang terdeteksi didominasi oleh rentang usia 30- hingga 79 di Wuhan.
Anak-anak tampaknya kurang berisiko menderita gejala penyakit yang nyata. Namun, penelitian terbaru terhadap 2.000 anak yang dikonfirmasi atau diduga menderita COVID-19 menemukan bahwa 6% mengembangkan penyakit parah atau kritis. Studi ini dirinci dalam edisi 16 Maret jurnal Pediatrics.
Corona masih belum reda (ecdc.europa.eu)
Dalam kasus COVID-19 yang lebih serius, pasien mengalami pneumonia, yang berarti paru-paru mereka mulai penuh dengan nanah atau cairan. Menyebabkan sesak napas yang intens dan batuk yang menyakitkan.
Saat ini, pengujian untuk virus yang menyebabkan COVID-19 di Amerika Serikat masih relatif terbatas pada orang dengan gejala yang lebih parah. Berarti bahwa kurang tepat kalau tanda pertama yang untuk diuji adalah demam. Bisa jadi malah virus udah masuk ke dalam tubuh tapi gak ada tandanya.
Pasien corona (cnbc.com)
Kalau kamu berpikir telah terpapar virus, diekomendasikan untuk memanggil dokter daripada pergi ke klinik. Nafas yang memburuk adalah tanda untuk mencari perawatan medis, terutama untuk orang yang lebih tua atau orang-orang dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya.
Kalau kamu merasa kesulitan bernafas atau merasa tidak nyaman dengan organ pernafasan, hubungi dokter. Atau pergi ke klinik yang benar-benar aman. Bisa aja klinik, puskesmas atau fasilitas kesehatan yang udah penuh dan rame justru bikin kamu malah kena corona.
Sakit pernafasan juga bisa jadi tanda (wexnermedical.osu.edu)