Melipat Celana Denim Ternyata Ada Istilah dan Tekniknya, Kenali Agar Semakin Stylish

Lipatan di bagian bawah celana denim bertujuan untuk memangkas panjang celana. Lipatan ini memiliki istilah khusus dan variasi teknik melipat.

Celana berbahan denim masih menjadi pilihan kaum muda masa kini. Selain desainnya yang menarik, bahan denim sangat nyaman untuk dikenakan. Celana model ini juga terhitung awet jika dirawat dengan baik. Bahkan celana denim belel justru menjadi gaya berpekaian tersendiri.

Ketika kita membeli celana denim yang baru, biasanya ukuran panjang celana sedikit lebih panjang dari kaki kita. Tujuannya agar orang-orang yang berbadan tinggi tidak kerepotan mencari celana yang pas ukurannya dengan panjang kaki mereka.

Untuk mengakali hal ini, banyak yang akhirnya memotong celana mereka agar sesuai ukurannya. Hal ini sebenarnya agak repot dan memakan biaya tambahan. Karena kita harus membawanya ke tukang jahit agar hasil potongan menjadi rapi.

Untuk menghindari hal ini sebenarnya ada metode yang lain. Yaitu dengan melipat bagian bawah celana denim kalian. Lipatan ini disebut dengan cuff. Sedangkan tekniknya biasa dikenal pecinta celana denim sebagai teknik cuffing.

Lipatan cuff tentu disesuaikan dengan selera yang memakai. Apakah mau rendah apa tinggi. Termasuk teknik cuffing ternyata tidak hanya satu. Ada berbagai macam cara dengan tujuannya masing-masing. Lipatan ini juga tidak hanya untuk kenyamanan pemakaian. Penampilan celana yang dilipat bisa nampak lebih keren. Berikut adalah beberapa teknik cuffing yang bisa kalian gunakan sebagai referensi.

1. Single Cuff

Teknik single cuff adalah teknik paling sederhana daripada teknik lainnya. Untuk mendapatkan lipatan ini, kalian cukup melipat bagian bawah celana denim dari dalam ke luar. Single cuff akan memberi efek simple dan clean pada celana.

source: kaskus.id

Untuk memperkirakan seberapa tinggi lipatan single cuff ini tergantung selera kalian. Sesuikan dengan panjang celana dan seberapa banyak ia memperlihatkan bagian kaki, atau dalam hal ini alas kaki atau sepatu. Jika kalian biasa mengenakan sneaker, lebih baik lipatan ini tidak terlalu tinggi. Bahkan kalau perlu nampak ada kesan celana denim kalian masih kepanjangan.

source: kaskus.id

Sedangkan kalau kalian lebih demen pakai boot sebagai alas kaki, lipatan cuff baiknya sedikit lebih tinggi dari mengenakan sepatu sneaker. Alasannya agar kesan gahar dari sepati boot akan tampak tak tertutup celana. Single cuff yang lebih tinggi juga bisa dipilih. Namun teknik ini hanya cocok untuk mereka yang justru berkaki panjang dan nampak seperti pekerja keras.

source: kaskus.id

2. Double Cuff

Jika kalian merasa celana denim yang dikenakan masih terlalu panjang. Kalian dapat melipatnya sekali lagi ke arah luar dan menutupi lipatan pertama. Teknik ini disebut dengan double cuff. Ciri khas yang paling mencolok dari teknik double cuff adalah tertutupnyua jaitan atau hem-line yang melingkar di celana denim.

source: kaskus.id

Double cuff juga akan membuat lipatan menjadi semakin tebal. Hindari mengaplikasikan double cuff pada celan denim yang tebal. Apalagi kaki kalian terlalu pendek dibandingkan panjang celana. Double cuff juga memberikan efek yang simple dan clean. Sama seperti single cuff, metode ini juga cocok dikenakan untuk berbagai macam alas kaki. Tinggal bagaimana kalian memvariasikannya.

source: kaskus.id

3. Roll Cuff

Cuff tidak selamanya berbentuk lipatan. Ada juga cuff yang dengan menggulung celana dengan agak berantakan. Lipatan ini cocok digunakan jika kalian ingin mendapat kesan santai. Tetapi roll cuff hanya pas jika kalian menggunakan sepatu dengan yang low-cut dan low-profile.

source: kaskus.id

4. Faux Single Cuff

Lipatan faux single cuff ini hampir mirip dengan double cuff. Cuma cara kita melipatnya tidak semua bagian lipatan pertama sehingga menutupi hem-line. Jadi yang diambil cuma separuh dari lipatan pertama dan diletakkan tepat dibawah hem-line. Tujuannya tentu agar jahitan hem-line masih bisa terlihat.

source: kaskus.id

5. Trouser cuff

Teknik yang satu ini dapat dipakai saat kamu ingin jeansnya terlihat seperti formal trouser dengan cuff di bagian bawah. Berbeda dengan teknik cuffing lainnya yang mengekspose bagian dalam denim, yang terlihat justru tetap bagian luar. Dengan trouser cuff, kita bisa mendapatkan cuff yang mirip dengan cuff pada celana formal, tentunya cuff yang terlihat memiliki warna yang sama dengan bagian luar jeans.

Trouser cuff dilakukan dengan cara melipat cuff besar ke arah dalam 1 kali, lalu kita lakukan lipatan ke arah luar. Cuff ke arah dalam dilakukan agar ketika lipatan selanjutnya yg kita lakukan mendapatkan bagian bahan yang merupakan permukaan luarnya.

source: kaskus.id